Sunday, 9 August 2026
BREAKING
LIFESTYLE

Rebutan Kue Apem Keong Emas di Boyolali, Tradisi Bulan Sapar Dipercaya Pembawa Berkah

Oleh Muzairi M August 9, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Ratusan warga memadati kawasan Pengging, Banyudono, Boyolali, Jawa Tengah, pada awal Bulan Sapar. Momen ini dimanfaatkan untuk mengikuti tradisi tahunan berupa perebutan kue apem keong emas. Ritual yang telah mengakar kuat di masyarakat setempat ini dipercaya membawa berkah.

Tradisi sebar apem keong emas ini dilangsungkan setiap memasuki bulan Sapar dalam kalender Jawa. Ribuan kue apem yang dibagikan menjadi rebutan warga yang datang dari berbagai penjuru. Antusiasme masyarakat terlihat jelas, mereka berdesakan demi mendapatkan kue yang dipercaya memiliki nilai spiritual.

Menurut salah satu tokoh masyarakat setempat, Ki Tarso, tradisi ini sudah berlangsung turun-temurun. “Ini adalah bagian dari warisan leluhur yang harus dijaga. Kami percaya, apem keong emas ini membawa berkah, baik untuk rezeki maupun keselamatan,” ujar Ki Tarso. Ia menambahkan bahwa kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi antarwarga.

Prosesi sebar apem keong emas ini tidak hanya sekadar membagikan makanan. Terdapat rangkaian kegiatan yang mendahuluinya, termasuk doa bersama dan ritual adat. Kue apem yang dibagikan dibuat secara khusus dengan bentuk menyerupai keong emas, yang melambangkan kesuburan dan kemakmuran.

Ratusan kilogram apem disiapkan untuk memenuhi permintaan warga. Setelah didoakan, kue-kue tersebut kemudian dilemparkan dari ketinggian agar dapat diperebutkan oleh masyarakat yang sudah menunggu di bawah. Suasana riuh rendah namun penuh suka cita mewarnai seluruh rangkaian acara. Banyak warga yang berhasil mendapatkan apem kemudian membawanya pulang untuk dibagikan kepada keluarga.

Seorang warga, Ibu Sumiati, mengaku selalu mengikuti tradisi ini setiap tahun. “Saya datang dari jauh demi mendapatkan apem ini. Katanya kalau dimakan membawa keberuntungan. Apalagi saya punya anak yang mau ujian, semoga dengan makan apem ini bisa lancar,” ungkapnya penuh harap.

Tradisi sebar apem keong emas di Pengging ini tidak hanya menjadi ritual keagamaan atau kepercayaan semata, namun juga telah menjadi daya tarik wisata budaya yang unik. Keberadaannya turut melestarikan kearifan lokal dan mempererat tali persaudaraan di masyarakat Boyolali.

Bagikan: Facebook X WhatsApp