Akses menuju salah satu destinasi wisata alam paling populer di Indonesia, Gunung Bromo, kini ditutup total. Keputusan ini diambil oleh Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) menyusul insiden kebakaran yang melanda kawasan tersebut. Penutupan ini berlaku untuk seluruh area wisata Bromo demi keselamatan pengunjung dan upaya pemadaman api.
Penyebab kebakaran yang meluas belum dirinci lebih lanjut oleh pihak berwenang. Namun, penutupan total ini efektif berlaku mulai tanggal 19 September 2023 hingga waktu yang belum ditentukan. “Mulai hari ini, Selasa 19 September 2023, akses masuk ke kawasan wisata Gunung Bromo ditutup total,” ujar Kepala Bagian Tata Usaha BB TNBTS, Septi Eka Wardhani, dalam keterangan resminya.
Lebih lanjut, Septi Eka Wardhani menjelaskan bahwa keputusan penutupan ini diambil berdasarkan Instruksi Kepala BB TNBTS Nomor: PG/17/K.1/TU/08/2023. Penutupan ini mencakup seluruh akses baik dari arah Pasuruan, Probolinggo, Malang, maupun Lumajang. Hal ini dilakukan sebagai langkah antisipasi agar tidak ada aktivitas yang dapat memperparah kondisi kebakaran dan demi menjaga keamanan para pengunjung.
Bagi wisatawan yang sudah terlanjur membeli tiket masuk kawasan Bromo, BB TNBTS memberikan opsi untuk melakukan pengembalian dana (refund) atau menjadwalkan ulang kunjungan (reschedule). “Bagi pengunjung yang sudah membeli tiket, dapat melakukan refund atau reschedule,” tegas Septi Eka Wardhani. Informasi lebih lanjut mengenai prosedur refund dan reschedule akan disampaikan secara terpisah oleh pihak pengelola.
Insiden kebakaran di kawasan Gunung Bromo bukanlah kali pertama terjadi. Namun, skala dan dampak dari kebakaran kali ini menjadi perhatian serius sehingga memerlukan penutupan total untuk penanganan yang optimal. Pihak BB TNBTS mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk mematuhi kebijakan penutupan ini demi keselamatan bersama dan kelestarian alam Bromo.
