Jumlah orang dewasa di seluruh dunia yang memiliki kadar kolesterol Low-Density Lipoprotein (LDL) tinggi dilaporkan meningkat drastis. Studi terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal JAMA mengungkapkan bahwa angka ini melonjak dari 2,5 miliar pada tahun 1990 menjadi 4,6 miliar pada tahun 2023. Meskipun demikian, menariknya, persentase kematian global yang disebabkan oleh LDL tinggi justru mengalami penurunan.
Temuan ini menunjukkan pergeseran pola beban kolesterol LDL. Pada tahun 2023, tercatat bahwa 6% dari seluruh kematian global dapat diatribusikan pada kadar LDL yang tinggi. Namun, data menunjukkan tren yang lebih positif terkait dampak kesehatan. Angka kematian dan tahun hidup yang disesuaikan dengan disabilitas (disability-adjusted life-years atau DALYs) yang terkait dengan kadar LDL tinggi telah menurun sejak tahun 1990.
Para peneliti melaporkan bahwa beban kolesterol LDL kini semakin bergeser dan memengaruhi lebih banyak negara berpenghasilan menengah. “LDL adalah salah satu pendorong utama Atherosclerotic Cardiovascular Disease (ASCVD) yang paling mapan dan dapat dimodifikasi, namun sebagian besar data hanya melacak tren lipid populasi secara terisolasi dari hasil aktual,” ujar Christian Razo, PhD, asisten penasihat.
Perubahan ini mengindikasikan bahwa meskipun prevalensi LDL tinggi semakin meluas, upaya pencegahan dan penanganan penyakit kardiovaskular yang terkait dengannya tampaknya menunjukkan hasil yang lebih baik dalam menyelamatkan nyawa. Namun, perluasan beban penyakit ke negara berpenghasilan menengah menjadi perhatian serius yang memerlukan perhatian dan intervensi lebih lanjut.
