Saturday, 8 August 2026
BREAKING
LIFESTYLE

Kilasan Dunia dalam Lensa: Ajang Pamer Keindahan dan Keunikan Momen

Oleh Muzairi M August 8, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Beragam momen menarik dari penjuru dunia berhasil tertangkap dalam bingkai foto, menampilkan pesona dan keragaman kehidupan. Dari perayaan budaya hingga keindahan alam, setiap gambar menceritakan kisahnya sendiri.

Salah satu peristiwa yang menarik perhatian adalah penyelenggaraan acara tahunan World Press Photo 2024. Ajang bergengsi ini menampilkan karya-karya fotografi jurnalistik terbaik dari seluruh dunia, yang berhasil mengabadikan momen-momen penting dan menggugah emosi.

Menurut informasi yang dirilis pada 18 April 2024, pemenang utama dalam kategori ‘Photo of the Year’ diraih oleh fotografer Lee-Ann Olwage dari Afrika Selatan. Karyanya, yang berjudul ‘Manya’, menampilkan potret seorang wanita tua yang sedang berjuang melawan demensia. Foto ini dianggap mampu menyampaikan pesan kuat tentang kerentanan dan ketahanan manusia.

Selain itu, World Press Photo 2024 juga menyoroti berbagai isu global melalui karya-karya nominasi lainnya. Terdapat foto-foto yang menggambarkan dampak perubahan iklim di berbagai wilayah, situasi konflik yang masih berlangsung, serta potret kehidupan masyarakat di tengah tantangan sosial dan ekonomi. Kategori ‘Story of the Year’ dimenangkan oleh Sergei Ilnitsky dari Rusia dengan seri fotonya yang mendokumentasikan kehidupan di Ukraina selama invasi.

Pameran World Press Photo 2024 ini tidak hanya sekadar menampilkan foto-foto indah, tetapi juga berfungsi sebagai pengingat akan pentingnya jurnalisme foto dalam mendokumentasikan sejarah dan memberikan perspektif yang lebih luas tentang dunia yang kita tinggali. Melalui lensa para fotografer, penonton diajak untuk melihat dan merasakan berbagai peristiwa dari sudut pandang yang berbeda, memperkaya pemahaman akan kompleksitas kehidupan global.

Acara ini juga memberikan apresiasi kepada para fotografer muda melalui kategori ‘Long-Term Project’ yang dimenangkan oleh Ksenia Korbuk dari Belarusia. Karyanya, ‘The Invisible Threads’, mengeksplorasi hubungan antara seni dan memori di era digital.

Melalui pameran ini, publik dapat menyaksikan bagaimana sebuah bingkai foto mampu merangkum rentetan peristiwa, emosi, dan cerita yang terjadi di berbagai belahan dunia, memberikan gambaran utuh tentang realitas yang seringkali terlewatkan dalam kesibukan sehari-hari.

Bagikan: Facebook X WhatsApp