Friday, 7 August 2026
BREAKING
DUNIA

AS Kenakan Tarif 15% untuk Bahan Baku Kunci Industri Chip, Bidik Dominasi Tiongkok

Oleh Rini Widiyarti August 7, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Pemerintah Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump telah mengumumkan kebijakan tarif baru yang menyasar bahan baku krusial dalam industri semikonduktor. Mulai berlaku pada 1 September 2019, tarif sebesar 15% akan dikenakan pada impor polysilicon dari Tiongkok. Langkah ini merupakan bagian dari strategi AS untuk menekan dominasi produsen Tiongkok yang saat ini menguasai pasar global polysilicon.

Polysilicon merupakan material dasar yang sangat penting dalam pembuatan chip semikonduktor, komponen vital bagi berbagai perangkat elektronik modern, mulai dari smartphone hingga peralatan industri canggih. Tiongkok, melalui perusahaan-perusahaan seperti GCL-Poly Energy Holdings Ltd., telah berhasil memonopoli sebagian besar produksi polysilicon dunia. Situasi ini menjadi perhatian serius bagi AS yang berupaya memperkuat kemandirian industrinya di sektor teknologi tinggi.

Presiden Trump dalam pernyataannya menegaskan, “Kami tidak bisa membiarkan negara lain mendominasi industri strategis seperti ini.” Kebijakan tarif ini diharapkan dapat mendorong produsen domestik AS untuk meningkatkan kapasitas produksi polysilicon, sekaligus mengurangi ketergantungan pada pasokan dari Tiongkok. Selain itu, langkah ini juga bertujuan untuk menciptakan lapangan kerja baru di sektor manufaktur Amerika.

Sebelumnya, pada 2018, AS telah mengenakan tarif impor sebesar 25% untuk produk-produk Tiongkok senilai ratusan miliar dolar sebagai respons terhadap praktik perdagangan yang dianggap tidak adil. Namun, tarif baru untuk polysilicon ini merupakan langkah yang lebih spesifik dan terarah pada rantai pasok industri teknologi.

Para analis industri memprediksi bahwa kebijakan ini dapat memicu kenaikan harga polysilicon secara global, yang pada gilirannya berpotensi memengaruhi harga chip semikonduktor dan produk elektronik konsumen. Namun, di sisi lain, langkah ini juga dapat memberikan insentif bagi inovasi dan investasi baru dalam produksi polysilicon di luar Tiongkok, termasuk di Amerika Serikat.

Bagikan: Facebook X WhatsApp