Friday, 7 August 2026
BREAKING
DUNIA

Saksi Bisu Misi Bulan: Citra Terbaru Permukaan Bulan Pasca Insiden Roket SpaceX

Oleh Rini Widiyarti August 7, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Badan antariksa Korea Selatan, melalui wahana penjelajah bulan mereka, berhasil mengabadikan citra permukaan Bulan sebelum dan sesudah sebuah puing roket SpaceX menghantamnya. Peristiwa unik ini terjadi pada hari Rabu, menambah catatan menarik dalam eksplorasi antariksa.

Wahana bernama Korea Pathfinder Lunar Orbiter (KPLO) atau yang dikenal dengan nama Danuri, berhasil menangkap dua set gambar yang merekam dampak dari insiden tersebut. Gambar-gambar ini memberikan bukti visual pertama dari tabrakan yang melibatkan komponen roket komersial di permukaan benda langit lain.

Menurut pernyataan dari Korea Aerospace Research Institute (KARI), KPLO mengambil gambar situs pendaratan yang diduga kuat sebagai lokasi jatuhnya puing roket. Citra yang dihasilkan menunjukkan adanya perubahan pada permukaan Bulan, mengindikasikan adanya tabrakan.

β€œSitus yang diduga sebagai lokasi tabrakan itu tidak terlihat seperti gambar yang diambil pada 6 April 2023,” ujar perwakilan KARI dalam keterangan resminya. Perubahan ini terlihat jelas pada gambar-gambar yang dirilis oleh KARI, membandingkan kondisi sebelum dan sesudah insiden.

Puing roket yang dimaksud berasal dari muatan yang diluncurkan oleh SpaceX beberapa waktu lalu. Meskipun tidak disebutkan secara spesifik jenis roket atau misi SpaceX yang terlibat, insiden ini menyoroti potensi risiko yang ditimbulkan oleh sampah antariksa, bahkan di luar angkasa.

KPLO sendiri merupakan bagian dari ambisi Korea Selatan untuk turut serta dalam eksplorasi Bulan. Misi ini diluncurkan pada Agustus 2022 dan telah berhasil mencapai orbit Bulan pada Desember 2022. Sejak saat itu, KPLO bertugas mengamati dan memetakan permukaan Bulan untuk berbagai keperluan ilmiah.

Insiden ini, meskipun tidak membahayakan misi KPLO, menjadi pengingat pentingnya pengelolaan sampah antariksa yang semakin meningkat. Citra yang dibagikan oleh KARI tidak hanya menjadi bukti ilmiah, tetapi juga menjadi pengingat visual tentang jejak aktivitas manusia di luar Bumi.

Bagikan: Facebook X WhatsApp