Posisi resmi Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) terkait masa jabatan Presiden FIFA Gianni Infantino masih belum jelas. Namun, perdebatan internal dan sinyal dari negara-negara sepak bola utama di benua tersebut mengindikasikan adanya keraguan dan pertimbangan matang sebelum mengambil sikap definitif.
Meskipun CAF belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai dukungan mereka untuk Infantino, beberapa negara anggota kunci menunjukkan adanya nuansa dalam pandangan mereka. Hal ini menimbulkan pertanyaan krusial: apakah Afrika, yang memiliki pengaruh signifikan dalam pemilihan FIFA, masih sepenuhnya berada di belakang Infantino?
Sumber-sumber internal CAF mengindikasikan bahwa perdebatan mengenai masa depan Infantino tengah berlangsung intens. Sejumlah federasi sepak bola nasional di Afrika dilaporkan sedang mengevaluasi berbagai aspek, termasuk kepemimpinan Infantino, dampak kebijakan FIFA di benua tersebut, serta potensi kandidat lain yang mungkin muncul. Belum adanya keputusan bulat mencerminkan kompleksitas situasi dan beragamnya kepentingan di antara anggota CAF.
Salah satu poin penting yang menjadi perhatian adalah bagaimana negara-negara sepak bola terkemuka di Afrika, seperti Nigeria, Mesir, dan Senegal, menyikapi isu ini. Dukungan atau penolakan dari negara-negara ini seringkali menjadi penentu arah suara mayoritas di CAF. Hingga kini, belum ada pernyataan tegas dari perwakilan resmi negara-negara tersebut yang secara eksplisit mendukung atau menolak Infantino. Hal ini memberikan ruang bagi spekulasi mengenai strategi politik mereka di kancah internasional.
Perkembangan lebih lanjut mengenai sikap CAF dan negara-negara anggotanya akan sangat menentukan lanskap pemilihan presiden FIFA mendatang. Keputusan yang diambil oleh CAF tidak hanya mencerminkan pandangan benua Afrika, tetapi juga dapat memberikan tekanan signifikan pada kandidat lain dan mempengaruhi hasil akhir pemilihan.
