Negara kepulauan kecil di Samudra Pasifik, Tuvalu, dilaporkan sedang menjajaki opsi drastis untuk bertahan di tengah ancaman kenaikan permukaan air laut yang kian nyata. Salah satu langkah yang dipertimbangkan adalah menawarkan kewarganegaraan digital, sebuah solusi inovatif yang diharapkan dapat menyelamatkan identitas dan eksistensi bangsa tersebut.
Ide ini muncul sebagai respons terhadap kerentanan Tuvalu terhadap perubahan iklim. Dengan luas daratan yang minim dan ketinggian rata-rata hanya beberapa meter di atas permukaan laut, negara ini berada di garis depan krisis iklim global. Jika tren ini berlanjut, masa depan Tuvalu sebagai negara berdaulat terancam musnah.
Menteri Luar Negeri Tuvalu, Simon Kofe, dalam sebuah kesempatan sebelumnya telah menyuarakan keprihatinan mendalam mengenai nasib negaranya. Ia bahkan dilaporkan pernah menyampaikan pidatonya di konferensi iklim PBB (COP26) dengan berdiri di dalam air untuk menunjukkan dampak nyata perubahan iklim di Tuvalu. Kofe menegaskan, “Kita tidak bisa menunggu. Kita harus bertindak sekarang.”
Penawaran kewarganegaraan digital ini bukan sekadar gimmick, melainkan sebuah strategi komprehensif. Laporan dari Reuters pada 15 Januari 2023 mengungkapkan bahwa pemerintah Tuvalu sedang menyusun rencana untuk menciptakan negara digital. Rencana ini mencakup penggunaan teknologi metaverse untuk menjalankan fungsi-fungsi pemerintahan dan menawarkan kewarganegaraan kepada individu di seluruh dunia.
Konsepnya adalah menciptakan sebuah dunia virtual yang mencerminkan Tuvalu secara fisik dan budaya. Melalui metaverse ini, warga negara digital nantinya dapat berinteraksi, berpartisipasi dalam kegiatan pemerintahan, dan bahkan memegang hak-hak kewarganegaraan, seolah-olah mereka berada di Tuvalu yang sebenarnya. Tujuannya adalah untuk menjaga agar negara Tuvalu tetap eksis, baik secara fisik maupun sebagai entitas hukum, meskipun wilayah daratannya mungkin menghilang.
Lebih lanjut, pemerintah Tuvalu juga tengah mempertimbangkan penjualan kewarganegaraan secara fisik, meskipun detail mengenai hal ini masih dalam tahap pembahasan. Langkah ini diharapkan dapat memberikan sumber pendanaan tambahan untuk upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim yang sedang dan akan terus dilakukan oleh negara tersebut. Dengan demikian, Tuvalu berupaya untuk tidak hanya bertahan, tetapi juga untuk terus berinovasi dalam menghadapi tantangan eksistensial yang dihadapinya.
