Wednesday, 5 August 2026
BREAKING
DUNIA

Starbucks Korea Digeledah Polisi Akibat Dugaan Meremehkan Insiden ‘Tank Day’

Oleh Rini Widiyarti August 5, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Markas besar Starbucks Korea digeledah oleh polisi pada hari Selasa (13/6/2023) terkait dugaan meremehkan insiden bersejarah yang dikenal sebagai ‘Tank Day’. Penggeledahan ini dilakukan menyusul banyaknya keluhan yang diajukan oleh masyarakat yang merasa Starbucks telah mempermainkan peristiwa memilukan dalam Pemberontakan Gwangju.

Penyelidikan ini berawal dari laporan bahwa Starbucks diduga mempromosikan produknya dengan cara yang dianggap menyinggung dan tidak sensitif terhadap korban serta sejarah Pemberontakan Gwangju. Peristiwa yang terjadi pada Mei 1980 ini merupakan sebuah pemberontakan sipil yang ditindas secara brutal oleh militer Korea Selatan, menyebabkan jatuhnya banyak korban jiwa.

Menurut laporan, keluhan tersebut berfokus pada promosi yang dilakukan oleh Starbucks Korea. Meskipun rincian spesifik mengenai promosi yang dimaksud tidak diungkapkan secara gamblang oleh pihak berwenang, namun indikasi mengarah pada penggunaan atau referensi terhadap peristiwa ‘Tank Day’ yang dianggap tidak pantas. Pemberontakan Gwangju, yang sering disebut sebagai ‘Tank Day’ oleh sebagian kalangan, menjadi simbol perjuangan demokrasi di Korea Selatan.

Pihak kepolisian menyatakan bahwa penggeledahan di kantor pusat Starbucks Korea di Seoul ini bertujuan untuk mengumpulkan bukti-bukti terkait dugaan pelanggaran yang dilaporkan. Tim investigasi dikabarkan menyita data-data dan dokumen yang relevan dari lokasi tersebut. Pernyataan resmi dari Starbucks Korea belum dirilis mengenai penggeledahan ini.

Pemberontakan Gwangju, yang terjadi antara 18 hingga 27 Mei 1980, adalah sebuah gerakan protes besar-besaran yang dipimpin oleh warga sipil di kota Gwangju menentang pemerintahan militer otoriter saat itu. Pemerintah kemudian mengerahkan pasukan militer untuk menumpas pemberontakan tersebut, yang berujung pada kekerasan brutal dan hilangnya ratusan, bahkan ribuan, nyawa, meskipun jumlah pasti korban masih menjadi perdebatan.

Bagikan: Facebook X WhatsApp