Wednesday, 5 August 2026
BREAKING
KESEHATAN

Vaksin RSV untuk Ibu Hamil Lebih Dipilih Dibandingkan Suntikan Antibodi Bayi

Oleh Rini Widiyarti August 5, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Data terbaru menunjukkan bahwa mayoritas ibu hamil dan orang tua lebih memilih vaksinasi RSV untuk ibu selama kehamilan dibandingkan dengan pemberian suntikan antibodi monoklonal untuk bayi mereka. Pilihan ini menggarisbawahi kekhawatiran mendalam akan perlindungan terhadap Respiratory Syncytial Virus (RSV) pada kelompok usia paling rentan.

Rachael Porter, MPH, seorang mahasiswa doktoral di Emory University Rollins School of Public Health, bersama rekan-rekannya, memaparkan bahwa RSV merupakan penyebab utama rawat inap di kalangan anak-anak di Amerika Serikat. Tingkat rawat inap tertinggi terjadi pada bayi berusia satu bulan, yang menegaskan urgensi perlindungan terhadap infeksi RSV segera setelah lahir.

Studi yang dilakukan oleh Porter dan timnya menyoroti preferensi yang kuat terhadap vaksin RSV maternal, yang dipasarkan dengan nama Abrysvo dari Pfizer. Vaksin ini diberikan kepada ibu hamil, dengan harapan dapat mentransfer antibodi ke janin selama kehamilan, sehingga memberikan perlindungan pasif saat bayi lahir.

Di sisi lain, suntikan antibodi monoklonal, seperti nirsevimab (dengan merek dagang Beyfortus), juga tersedia untuk melindungi bayi dan anak kecil dari RSV. Namun, data yang terkumpul menunjukkan bahwa strategi vaksinasi prenatal lebih disukai oleh para calon orang tua dan orang tua yang sudah memiliki anak.

Preferensi ini dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kemudahan administrasi, potensi efek samping, serta persepsi efektivitas jangka panjang dari masing-masing metode perlindungan. Meskipun kedua metode bertujuan untuk menekan angka kesakitan dan kematian akibat RSV pada bayi, pendekatan vaksinasi maternal tampaknya lebih resonan di kalangan responden studi.

Penting untuk dicatat bahwa RSV dapat menimbulkan konsekuensi serius bagi bayi, termasuk bronkiolitis dan pneumonia, yang seringkali memerlukan perawatan intensif di rumah sakit. Oleh karena itu, pemilihan strategi pencegahan yang paling efektif dan diterima oleh masyarakat menjadi kunci dalam upaya menekan beban penyakit ini.

Bagikan: Facebook X WhatsApp