Wednesday, 5 August 2026
BREAKING
KESEHATAN

Studi Mayo Clinic: Mayoritas Pasien Sinusitis Tak Perlu Antibiotik, Resep Berlebih Jadi Sorotan

Oleh Rini Widiyarti August 5, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Lebih dari 80 persen pasien yang didiagnosis menderita sinusitis akut ternyata tidak memenuhi kriteria medis yang mengharuskan pemberian antibiotik. Temuan ini diungkapkan oleh sebuah studi yang dilakukan oleh Mayo Clinic, menyoroti adanya kesenjangan signifikan dalam kepatuhan terhadap panduan pengobatan yang berlaku.

Penelitian ini mengungkap bahwa para klinisi kerap mendasarkan keputusan pemberian antibiotik hanya pada durasi gejala yang mencapai 10 hari. Padahal, infeksi virus, yang tidak dapat diobati dengan antibiotik, seringkali memiliki durasi gejala yang sama. Hal ini menunjukkan bahwa durasi gejala saja tidak cukup menjadi dasar tunggal untuk peresepan antibiotik pada kasus sinusitis.

Para peneliti dalam studi tersebut menekankan, “Durasi gejala tampaknya menjadi area yang matang untuk stewardship antimikroba dan edukasi.” Pernyataan ini merujuk pada pentingnya edukasi dan penerapan praktik penggunaan antibiotik yang bijak untuk mencegah resistensi antibiotik di masa depan.

Panduan pengobatan yang dikeluarkan oleh Infectious Diseases Society of America, misalnya, telah lama menggarisbawahi bahwa sebagian besar kasus sinusitis akut sebenarnya disebabkan oleh infeksi virus. Oleh karena itu, pemberian antibiotik tidak diindikasikan dan justru dapat menimbulkan efek samping yang tidak perlu serta berkontribusi pada masalah resistensi antibiotik.

Studi ini secara implisit menunjukkan perlunya peninjauan kembali praktik klinis dalam penanganan sinusitis akut. Fokus pada durasi gejala tanpa mempertimbangkan penyebab dasar infeksi dapat menyebabkan penggunaan antibiotik yang berlebihan. Hal ini tidak hanya merugikan pasien secara finansial dan kesehatan, tetapi juga memperburuk ancaman global dari bakteri yang resisten terhadap antibiotik.

Bagikan: Facebook X WhatsApp