Tuesday, 4 August 2026
BREAKING
LIFESTYLE

Kesulitan Membeli MacBook Air: Apple Arahkan Konsumen ke Model Lebih Mahal

Oleh Heni Maulidya August 4, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Bagi banyak orang, MacBook Air selama bertahun-tahun menjadi pilihan laptop Apple yang paling ideal. Meskipun kini ada model MacBook Neo yang bersaing di segmen yang sama, anggapan tersebut masih relevan. MacBook Air menawarkan keunggulan seperti chip seri M, RAM tambahan, dan layar yang lebih besar serta berkualitas tinggi, yang tidak dimiliki MacBook Neo. Untuk menekan biaya, MacBook Air memang menghilangkan beberapa fitur MacBook Pro yang umumnya tidak dibutuhkan pengguna awam, seperti port tambahan, layar mini-LED dengan refresh rate tinggi, dan perangkat keras kelas profesional.

Namun, bagi Anda yang membutuhkan performa lebih dari MacBook Neo namun enggan merogoh kocek dalam untuk MacBook Pro, MacBook Air adalah pilihan yang tepat. Sayangnya, ketersediaan unit MacBook Air saat ini menjadi kendala. Laporan dari Bloomberg mengindikasikan bahwa MacBook Air menjadi salah satu produk Mac yang terdampak fenomena ‘RAMageddon’, yakni krisis pasokan memori global yang melanda berbagai perusahaan.

Menurut Mark Gurman dari Bloomberg, yang mengutip sumbernya, Apple mengalami kekurangan stok MacBook Air untuk dikirimkan kepada pelanggan tepat waktu. Jika Anda mencoba memesan MacBook Air saat ini, perkiraan waktu pengiriman kemungkinan baru akan tersedia pada akhir Agustus. Bahkan, Anda mungkin akan menemui keterangan ‘MacBook Air tergantung ketersediaan’. Singkatnya, membeli MacBook Air langsung dari Apple saat ini bisa jadi sulit.

Meski Apple tetap menerima pesanan, tampaknya perusahaan juga berupaya mengalihkan perhatian konsumen dari MacBook Air untuk sementara waktu. Gurman menyebutkan bahwa toko fisik maupun situs web Apple justru merekomendasikan konsumen untuk mempertimbangkan model dasar MacBook Pro. Meskipun MacBook Pro model dasar bisa jadi pilihan terbaik bagi kebanyakan orang, harganya dibanderol $700 lebih mahal dari MacBook Air model dasar.

Situasi ini semakin diperparah dengan kenaikan harga MSRP MacBook Air sebesar $200 baru-baru ini. Apple seolah memberikan dua pilihan: membeli MacBook Air yang kini lebih mahal dengan waktu tunggu yang lama, atau segera mendapatkan MacBook Pro seharga $2.000.

Namun, Anda tidak perlu terjebak dalam pilihan terbatas ini untuk mendapatkan MacBook Air. Ada alternatif lain selain berbelanja langsung di Apple. Pengecer lain seperti Amazon dan Best Buy dilaporkan masih memiliki stok model MacBook Air terbaru yang siap dibeli. Jika Anda mencari MacBook Air M5 dengan harga MSRP, toko-toko tersebut bisa menjadi solusinya.

Meskipun demikian, ketersediaan di toko-toko tersebut juga tidak pasti selamanya, terutama jika stok mereka mulai habis mengingat Apple kemungkinan tidak akan banyak memasok unit baru dalam waktu dekat. Oleh karena itu, opsi terbaik mungkin adalah mencari di pasar barang rekondisi (refurbished). Anda bisa mendapatkan model MacBook Air yang sedikit lebih lama dengan diskon yang menarik, bahkan dengan harga di bawah $1.000, untuk mendapatkan fitur yang Anda inginkan dari mesin seharga $1.300.

Sebagai contoh, MacBook Air M4 rekondisi saat ini ditawarkan seharga $900 di Amazon. Meskipun ini berarti mundur satu generasi chip seri M, kemampuan chip terbaru Apple yang sangat mumpuni kemungkinan besar tidak akan terasa perbedaannya, sekaligus menghemat banyak biaya. Pasar rekondisi juga memungkinkan Anda untuk meningkatkan spesifikasi laptop, terutama untuk kapasitas RAM dan penyimpanan.

Bahkan, MacBook Pro M1 Pro yang berusia lima tahun, masih sangat mampu untuk tahun 2026 dan hadir dengan hard drive 1TB, ditawarkan dengan harga sedikit di atas $900. Bagi Anda yang tertarik dengan keunggulan MacBook Pro namun terhalang harganya, opsi ini bisa menjadi kesempatan emas.

Ke mana arah Apple selanjutnya? Apple tidak akan berhenti memproduksi komputer baru, bahkan di tengah krisis pasokan memori yang masih berlangsung. Diperkirakan, era “M6” akan hadir awal tahun depan, meskipun rencana perusahaan bisa berubah tergantung kondisi pasar. Ketika Apple merilis MacBook Air M6, model M5 akan menjadi pilihan yang lebih terjangkau, terutama jika harga kembali dinaikkan.

Akan sangat baik jika Anda bisa menunggu krisis pasokan ini berakhir untuk membeli laptop baru, namun tidak ada kepastian kapan itu akan terjadi. Produsen memori telah terbuka mengenai kesulitan mereka dalam meningkatkan produksi untuk memenuhi permintaan, yang berarti situasi mungkin baru stabil tahun depan, atau bahkan lebih lama. Akibatnya, harga produk Apple bisa tetap tinggi, sementara pasokannya terus terbatas.

Jika Anda tidak membutuhkan MacBook baru, disarankan untuk tetap menggunakan perangkat Anda yang sekarang selama mungkin. Namun, jika Anda memang memerlukannya, jelajahi berbagai pilihan yang ada. Terkadang, mesin terbaru belum tentu menawarkan nilai terbaik.

Bagikan: Facebook X WhatsApp