Saturday, 1 August 2026
BREAKING
DUNIA

Presiden FIFA di Titik Krusial: Siapa Pengganti Infantino Jika Mundur?

Oleh Rini Widiyarti August 1, 2026 3 hours lalu 0 komentar

Presiden FIFA, Gianni Infantino, tengah menghadapi badai kritik setelah membatalkan upaya penjualan saham Piala Dunia. Keputusan mendadak ini memicu spekulasi mengenai masa depan kepemimpinannya, dan pertanyaan besar pun muncul: jika Infantino mundur, siapa yang berpotensi menggantikannya di pucuk organisasi sepak bola dunia tersebut?

Kabar mengenai pembatalan penjualan saham Piala Dunia ini menjadi titik sentral yang menggoyahkan posisi Infantino. Meskipun detail spesifik mengenai alasan pembatalan belum sepenuhnya terungkap ke publik, langkah ini jelas menimbulkan pertanyaan dan kekhawatiran di kalangan para pemangku kepentingan sepak bola.

Perlu diingat, Infantino sendiri pernah berjanji untuk tidak menjual saham Piala Dunia. Pernyataan ini, yang diucapkannya pada 2018, kini menjadi sorotan tajam. Kegagalan dalam merealisasikan rencana penjualan saham ini bisa jadi merupakan pukulan telak bagi kredibilitasnya sebagai pemimpin FIFA.

Jika skenario terburuk terjadi dan Infantino memutuskan untuk mengundurkan diri, lanskap kepemimpinan FIFA akan terbuka untuk persaingan baru. Sejumlah nama potensial mulai diperbincangkan, meskipun masih dalam tahap spekulasi awal. Salah satu nama yang sering disebut adalah Arsène Wenger, mantan pelatih Arsenal yang kini menjabat sebagai Kepala Pengembangan Sepak Bola Global FIFA. Pengalaman panjangnya di dunia sepak bola, baik sebagai pemain maupun pelatih, memberinya pemahaman mendalam tentang berbagai aspek permainan.

Selain Wenger, ada juga kandidat lain yang mungkin muncul. Perlu dicatat bahwa proses pemilihan presiden FIFA biasanya melibatkan perwakilan dari konfederasi benua. Setiap konfederasi memiliki mekanisme internal untuk mengusulkan dan mendukung calon mereka.

Perjalanan Infantino sebagai presiden FIFA memang tidak lepas dari kontroversi, termasuk tuduhan terkait dengan dugaan suap dan kolusi. Namun, ia berhasil terpilih kembali untuk masa jabatan kedua pada tahun 2019, yang menunjukkan adanya dukungan signifikan dari federasi anggota FIFA pada saat itu. Kini, dengan adanya gejolak terkait rencana penjualan saham, masa depan kepemimpinannya kembali dipertanyakan.

Posisi presiden FIFA adalah jabatan yang sangat berpengaruh dalam dunia olahraga global. Siapapun yang akan menggantikan Infantino, diharapkan mampu membawa stabilitas, transparansi, dan visi yang jelas untuk kemajuan sepak bola internasional.

Bagikan: Facebook X WhatsApp