Saturday, 1 August 2026
BREAKING
DUNIA

FIFA Batalkan Rencana Jual Saham Piala Dunia Setelah Ditolak Berbagai Pihak

Oleh Rini Widiyarti August 1, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) dilaporkan telah menghentikan rencana ambisius untuk menjual saham minoritas dalam hak komersial Piala Dunia. Langkah ini diambil setelah proposal kontroversial tersebut mendapatkan penolakan keras dari berbagai pihak, termasuk klub-klub Eropa dan asosiasi sepak bola nasional.

Presiden FIFA, Gianni Infantino, yang sebelumnya sangat mendukung ide investasi besar ini, kini dikabarkan telah menarik diri. Keputusan ini diungkapkan oleh jurnalis BBC, Shaimaa Khalil, yang menjelaskan alasan di balik perubahan sikap Infantino.

Proposal awal yang diajukan FIFA bertujuan untuk mengamankan pendanaan jangka panjang dengan menjual sebagian hak komersial Piala Dunia kepada investor eksternal. Rencana ini diharapkan dapat menyuntikkan dana segar untuk pengembangan sepak bola global dan membiayai berbagai proyek FIFA.

Namun, rencana tersebut segera menuai kritik tajam. Asosiasi Sepak Bola Eropa (UEFA) dan Asosiasi Klub Eropa (ECA) secara terbuka menyatakan penolakan mereka. Kekhawatiran utama yang diutarakan adalah potensi hilangnya kontrol FIFA atas aset paling berharga dalam kalender sepak bola internasional, serta risiko komersialisasi berlebihan yang dapat merusak integritas olahraga.

Shaimaa Khalil dalam laporannya mengutip bahwa penolakan dari klub-klub besar Eropa, yang merupakan tulang punggung komersial sepak bola, menjadi pukulan telak bagi rencana Infantino. Sumber-sumber BBC menyebutkan bahwa para pemangku kepentingan utama sepak bola merasa proposal tersebut kurang transparan dan berpotensi menguntungkan pihak-pihak tertentu tanpa mempertimbangkan kepentingan jangka panjang olahraga.

Keputusan untuk membatalkan rencana penjualan saham ini menandakan kemenangan bagi pihak-pihak yang mengadvokasi perlindungan aset sepak bola dari campur tangan investor luar. Gianni Infantino, yang dikenal dengan visi progresifnya dalam mengelola FIFA, tampaknya harus mengevaluasi kembali strategi pendanaannya, mengingat adanya resistensi yang kuat terhadap ide monetisasi aset inti seperti Piala Dunia.

Meski detail pasti mengenai alasan penarikan diri FIFA belum sepenuhnya diungkapkan ke publik, Shaimaa Khalil menegaskan bahwa penolakan kolektif dari para aktor kunci sepak bola menjadi faktor penentu utama. FIFA kini perlu mencari alternatif lain untuk mengamankan sumber pendanaan tanpa mengorbankan kontrol atas aset-aset strategisnya.

Bagikan: Facebook X WhatsApp