Tingkat kematian akibat penyakit Alzheimer di beberapa wilayah Pennsylvania bagian tenggara terindikasi berhubungan dengan tingginya kadar zat per- and polyfluoroalkyl substances (PFAS) yang melebihi batas minimum federal. Temuan ini merupakan hasil studi ekologis yang dipresentasikan oleh peneliti dari Temple University pada Alzheimer’s Association International Conference 2026.
Menurut data yang diperoleh, tingkat kematian akibat Alzheimer di area penelitian ini tercatat sekitar 13% lebih tinggi dibandingkan rata-rata tingkat nasional di Amerika Serikat. Erin Kulick, PhD, MPH, asisten profesor epidemiologi dan biostatistik di Temple University, menjelaskan bahwa studi ini mengamati korelasi antara paparan PFAS dan angka kematian akibat penyakit neurodegeneratif tersebut.
Penelitian ini mengidentifikasi bahwa wilayah dengan tingkat kematian Alzheimer yang lebih tinggi secara bersamaan memiliki konsentrasi PFAS yang signifikan di atas ambang batas yang ditetapkan. Meskipun studi ini bersifat ekologis, yang berarti tidak dapat membuktikan hubungan sebab-akibat secara langsung pada individu, temuan ini memberikan indikasi penting mengenai potensi risiko kesehatan lingkungan.
Lebih lanjut, hasil analisis menunjukkan bahwa hubungan antara paparan PFAS dan peningkatan angka kematian Alzheimer ini terlihat konsisten, terlepas dari jenis kelamin. “Terlepas dari jenis kelamin, kami melihat secara keseluruhan bahwa paparan tertinggi…” demikian kutipan dari Erin Kulick yang menggarisbawahi temuan awal ini. Studi ini menggunakan data yang dikumpulkan dari berbagai lokasi di Pennsylvania tenggara, membandingkan tingkat kematian Alzheimer dengan tingkat kontaminasi PFAS yang terukur di area tersebut.
Para peneliti menekankan perlunya penelitian lebih lanjut untuk memahami mekanisme pasti yang menghubungkan paparan PFAS dengan perkembangan atau percepatan penyakit Alzheimer. Namun demikian, temuan awal ini memperkuat kekhawatiran mengenai dampak jangka panjang dari kontaminasi PFAS terhadap kesehatan masyarakat, khususnya pada populasi yang rentan terhadap penyakit Alzheimer.
