Saturday, 1 August 2026
BREAKING
LIFESTYLE

Gigitan Kutu Picu Alergi Daging dan Susu pada Wanita Kanada

Oleh Muzairi M August 1, 2026 3 hours lalu 0 komentar

Seorang wanita di Kanada mengalami kondisi langka setelah digigit oleh kutu kecil, yang memicu alergi terhadap daging dan produk susu. Kejadian ini memaksa wanita tersebut untuk mengubah pola makannya secara drastis, menghindari konsumsi protein hewani yang sebelumnya menjadi bagian dari kesehariannya.

Alergi yang dialami wanita ini bukanlah reaksi biasa. Ia didiagnosis menderita sindrom alergi terhadap alfa-gal, sebuah karbohidrat yang ditemukan dalam daging mamalia seperti sapi, babi, dan domba. Sindrom ini diyakini dipicu oleh gigitan kutu pantai (Lone Star tick), yang umum ditemukan di Amerika Utara.

Awalnya, wanita yang tidak disebutkan namanya ini mengalami reaksi alergi yang ringan setelah mengonsumsi daging. Namun, seiring waktu, gejalanya semakin parah, termasuk gatal-gatal, ruam, pembengkakan, dan bahkan kesulitan bernapas. Setelah melalui serangkaian tes, dokter menemukan bahwa ia memiliki antibodi terhadap alfa-gal, yang merupakan penanda sindrom ini.

Menurut para ahli, gigitan kutu pantai dapat menyuntikkan senyawa yang memicu sistem kekebalan tubuh untuk mengembangkan respons alergi terhadap alfa-gal. Reaksi ini biasanya tidak langsung terjadi, melainkan muncul beberapa jam setelah mengonsumsi daging mamalia. Hal ini membuat diagnosis awal menjadi lebih sulit.

Kini, wanita tersebut harus berhati-hati dalam memilih makanan dan memastikan tidak ada produk turunan daging mamalia yang masuk ke dalam tubuhnya. Ia juga harus membawa EpiPen untuk berjaga-jaga jika terjadi reaksi alergi yang parah. Kasus ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap gigitan serangga dan potensi dampaknya terhadap kesehatan.

Bagikan: Facebook X WhatsApp