Penelitian terbaru yang dipresentasikan di National Harbor, Maryland, mengungkap fakta nutrisi di balik minuman soda prebiotik. Meskipun tidak selalu memenuhi ekspektasi tinggi dalam hal kandungan serat, minuman ini berpotensi menjadi alternatif yang lebih baik dibandingkan minuman manis bergula lainnya.
Carlos R. Soto Díaz, MPH, kandidat PhD di University of North Carolina at Chapel Hill, menjelaskan motivasi di balik studi ini. “Konsumsi minuman manis di Amerika Serikat sangat tinggi, sehingga kami tertarik pada soda prebiotik karena mereka memasarkan diri sebagai alternatif soda biasa yang rendah gula dan tinggi serat,” ujar Soto Díaz kepada Healio. Ia menambahkan, “Minuman ini terus bertumbuh popularitasnya sejak diperkenalkan pada tahun 2021.” Minuman soda prebiotik memang menarik perhatian konsumen yang mencari pilihan minuman yang lebih sehat.
Temuan studi menunjukkan bahwa soda prebiotik umumnya memang menawarkan kadar gula yang lebih rendah dibandingkan soda tradisional. Namun, klaim mengenai kandungan serat yang tinggi perlu ditinjau lebih lanjut. Hasil analisis nutrisi yang dilakukan oleh para peneliti menunjukkan adanya variasi signifikan dalam jumlah serat yang terkandung di berbagai merek soda prebiotik. Beberapa produk mungkin mendekati atau memenuhi klaim serat yang dipasarkan, sementara yang lain memiliki kandungan serat yang jauh lebih sedikit dari yang diharapkan.
Meskipun demikian, Soto Díaz menekankan bahwa soda prebiotik masih bisa menjadi pilihan yang lebih baik bagi konsumen yang ingin mengurangi asupan gula. Dibandingkan dengan soda manis bergula yang kaya akan gula tambahan tanpa nilai gizi yang berarti, soda prebiotik menawarkan potensi manfaat tambahan dari prebiotik itu sendiri, yang dapat mendukung kesehatan mikrobioma usus. Namun, konsumen disarankan untuk tetap membaca label nutrisi dengan cermat untuk memahami kandungan serat dan gula spesifik dari setiap produk.
