Friday, 31 July 2026
BREAKING
KESEHATAN

Studi Ungkap Faktor Pemicu Penggunaan Ganja pada Pasien Hemodialisis: Usia Muda dan Status Lajang Jadi Sorotan

Oleh Rini Widiyarti July 31, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Pasien hemodialisis yang lebih muda dan belum menikah memiliki kemungkinan lebih tinggi untuk menggunakan ganja secara aktif. Hal ini terungkap dari sebuah studi yang mengidentifikasi usia, status perkawinan, dan penggunaan zat lain sebagai faktor independen yang terkait dengan kebiasaan tersebut di kalangan pasien yang menjalani terapi pengganti ginjal.

Seiring dengan legalisasi ganja di berbagai negara bagian di Amerika Serikat, Jennifer S. Scherer, MD, MS, FASN, seorang profesor madya di departemen kedokteran di NYU Grossman School of Medicine, bersama rekan-rekannya, memperkirakan bahwa jumlah pasien hemodialisis yang menggunakan ganja untuk mengatasi nyeri kronis atau alasan lain bisa saja meningkat. Namun, mereka mencatat bahwa data mengenai faktor-faktor yang diasosiasikan dengan penggunaan ganja pada pasien dialisis masih terbatas.

Temuan studi ini menunjukkan korelasi yang signifikan antara usia pasien dengan penggunaan ganja. Pasien yang lebih muda secara konsisten menunjukkan tingkat penggunaan yang lebih tinggi dibandingkan dengan pasien yang lebih tua. Selain itu, status perkawinan juga menjadi penentu penting. Individu yang tidak menikah dilaporkan lebih sering menggunakan ganja dibandingkan dengan mereka yang sudah berstatus menikah.

Lebih lanjut, studi ini juga menggarisbawahi bahwa penggunaan zat lain, seperti alkohol atau obat-obatan terlarang, turut berkontribusi pada peningkatan risiko penggunaan ganja di kalangan pasien hemodialisis. Ini mengindikasikan adanya pola penggunaan zat yang lebih luas di antara kelompok pasien ini.

Meskipun detail spesifik mengenai alasan penggunaan ganja oleh pasien dialisis tidak dirinci dalam kutipan yang tersedia, Dr. Scherer dan timnya mengindikasikan bahwa ganja mungkin digunakan untuk meringankan nyeri kronis yang sering dialami oleh pasien dengan kondisi ginjal stadium akhir. Namun, penting untuk dicatat bahwa studi ini belum memberikan gambaran lengkap mengenai implikasi kesehatan dari penggunaan ganja pada populasi pasien ini.

Dalam pernyataannya, Dr. Scherer mengungkapkan pandangannya, “Saya melihat begitu banyak pasien…” (kutipan lengkap tidak tersedia dalam sumber asli). Pernyataan ini mengisyaratkan adanya observasi klinis yang mendasari penelitian ini, namun detail lebih lanjut mengenai temuan atau kekhawatiran spesifiknya tidak dapat dipaparkan tanpa informasi tambahan.

Studi ini menekankan perlunya penelitian lebih lanjut untuk memahami secara mendalam faktor-faktor yang mendorong penggunaan ganja di antara pasien hemodialisis. Pemahaman yang lebih baik akan membantu para profesional kesehatan dalam memberikan panduan dan perawatan yang tepat sasaran bagi pasien yang rentan ini.

Bagikan: Facebook X WhatsApp