Data terbaru menunjukkan bahwa hampir sepertiga warga Amerika Serikat secara sengaja berjemur di bawah sinar matahari di luar ruangan. Temuan ini berasal dari Survei Wawancara Kesehatan Nasional (National Health Interview Survey) yang dipublikasikan dalam jurnal JAMA Dermatology. Hasil survei ini menyoroti praktik berjemur yang berpotensi membahayakan kesehatan kulit.
Dari mereka yang melaporkan mengalami kulit terbakar (sunburn) dalam survei yang dilakukan pada tahun 2024, hampir setengahnya, tepatnya 49,9%, mengaku sengaja berjemur di luar ruangan. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan dengan 28,3% responden yang tidak sengaja berjemur namun tetap mengalami kulit terbakar. Perbedaan ini hampir dua kali lipat.
Dawn M. Holman, MPH, seorang ilmuwan perilaku di divisi pencegahan dan pengendalian kanker di Pusat Nasional Pencegahan Penyakit Kronis dan Promosi Kesehatan (National Center for Chronic Disease Prevention and Health Promotion), menjelaskan lebih lanjut. “Berjemur di luar ruangan secara sengaja merupakan cara yang disengaja namun dapat dicegah bagi orang-orang untuk meningkatkan paparan mereka terhadap sinar ultraviolet (UV),” ujar Holman. Paparan sinar UV yang berlebihan diketahui sebagai faktor risiko utama untuk berbagai masalah kesehatan kulit, termasuk kanker kulit.
Survei ini memberikan gambaran penting mengenai perilaku masyarakat terkait paparan sinar matahari. Meskipun risiko kesehatan dari paparan sinar UV telah banyak diketahui, masih banyak warga Amerika yang secara sadar memilih untuk berjemur di luar ruangan. Data ini diharapkan dapat menjadi dasar untuk kampanye edukasi dan pencegahan yang lebih efektif di masa mendatang, guna mengurangi angka kejadian kulit terbakar dan risiko penyakit terkait paparan sinar UV.
