Sebuah studi baru mengungkap bahwa hampir 30% orang dewasa di Amerika Serikat yang menderita hipertensi namun tidak memiliki riwayat penyakit jantung, kini memenuhi syarat untuk mendapatkan terapi penurun tekanan darah. Namun, ironisnya, hampir separuh dari mereka diperkirakan tetap tidak mendapatkan pengobatan.
Temuan ini, yang dipublikasikan dalam Journal of the American Heart Association, menyoroti potensi besar intervensi yang terlewatkan. Para peneliti memperkirakan bahwa memprioritaskan terapi antihypertensi bagi pasien yang memenuhi syarat namun belum tertangani, dapat mencegah ratusan ribu kematian akibat berbagai penyebab dan kematian terkait kardiovaskular (CV) dalam satu dekade mendatang.
Penelitian yang dilakukan terhadap kohort nasional representatif yang terdiri dari 81 juta orang dewasa di AS dengan hipertensi dan tanpa penyakit kardiovaskular (CVD) saat awal studi, menunjukkan adanya kesenjangan signifikan antara kelayakan dan realisasi pengobatan. Pedoman klinis yang diperbarui menjadi dasar penentuan kelayakan terapi ini.
Meskipun data spesifik mengenai jumlah absolut pasien yang memenuhi syarat dan tidak tertangani tidak dirinci lebih lanjut dalam ringkasan ini, implikasinya sangat besar. Kepatuhan terhadap pedoman yang direvisi ini berpotensi mengubah lanskap pencegahan penyakit kardiovaskular di Amerika Serikat.
Para peneliti menekankan bahwa mengidentifikasi dan mengobati kelompok pasien yang ‘layak namun tidak tertangani’ ini adalah langkah krusial. Hal ini tidak hanya akan meningkatkan kualitas hidup individu, tetapi juga memberikan dampak kesehatan masyarakat yang signifikan dalam jangka panjang, terutama dalam mengurangi beban kematian yang dapat dicegah.
