Wednesday, 29 July 2026
BREAKING
KESEHATAN

Studi Baru Ungkap Gangguan PEPFAR Hambat Perawatan HIV Global

Oleh Rini Widiyarti July 29, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Program perawatan HIV/AIDS global yang krusial mengalami dampak negatif yang luas akibat gangguan pendanaan dan kebijakan baru yang diselaraskan dengan agenda pemerintahan Trump. Sebuah studi baru menunjukkan bahwa 77% mitra pelaksana dari PEPFAR (U.S. President’s Emergency Plan for AIDS Relief) diminta untuk membatasi pekerjaan tertentu demi mematuhi kebijakan AS. Proporsi yang sama melaporkan penghentian pemberian setidaknya satu layanan HIV kepada populasi kunci.

Penelitian ini mengumpulkan respons dari lebih dari 160 fasilitas di berbagai negara. Para mitra pelaksana PEPFAR secara konsisten melaporkan bahwa perubahan kebijakan dan pembatasan pendanaan ini mengganggu kemampuan mereka untuk memberikan layanan HIV yang komprehensif. Laporan tersebut menyoroti bagaimana penyesuaian terhadap agenda politik Amerika Serikat berdampak langsung pada efektivitas program bantuan luar negeri yang vital.

Jennifer Kates, Direktur Program HIV/AIDS Global di Kaiser Family Foundation, yang memimpin penelitian ini, menyatakan bahwa gangguan ini memiliki konsekuensi yang signifikan. “Kami melihat bahwa perubahan ini telah menghambat kemajuan yang telah dicapai PEPFAR dalam memerangi epidemi HIV,” ujar Kates. Ia menambahkan bahwa tantangan ini dirasakan di berbagai tingkatan, mulai dari logistik hingga pelaksanaan program di lapangan.

Studi ini juga menemukan bahwa sejumlah besar fasilitas terpaksa mengurangi atau menghentikan layanan yang ditargetkan untuk kelompok yang paling berisiko tertular HIV, seperti pekerja seks, pria yang berhubungan seks dengan pria, pengguna narkoba suntik, dan orang yang hidup dengan HIV. Hal ini menimbulkan kekhawatiran serius mengenai potensi peningkatan penularan dan penurunan akses terhadap perawatan bagi populasi yang paling rentan.

Dampak dari gangguan ini tidak hanya terbatas pada penghentian layanan, tetapi juga mencakup kesulitan dalam perencanaan program jangka panjang dan pengadaan obat-obatan antiretroviral. Mitra pelaksana kesulitan untuk memprediksi ketersediaan dana dan mengantisipasi perubahan kebijakan, yang berujung pada ketidakpastian operasional.

Penelitian ini menggarisbawahi pentingnya stabilitas pendanaan dan kebijakan yang konsisten bagi keberhasilan program kesehatan global seperti PEPFAR. Perubahan mendadak yang dipengaruhi oleh agenda politik dapat mengancam puluhan tahun kerja keras dalam upaya pencegahan dan pengobatan HIV di seluruh dunia.

Bagikan: Facebook X WhatsApp