Sebuah gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,1 mengguncang Jepang pada Selasa, 28 Juli, menyebabkan kerusakan signifikan dan sejumlah warga dilaporkan mengalami luka-luka. Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, mengonfirmasi adanya korban luka akibat guncangan dahsyat tersebut. Situasi darurat dilaporkan terjadi di beberapa lokasi, termasuk di sebuah pusat perbelanjaan yang mengalami keruntuhan.
Menurut laporan awal, pusat perbelanjaan tersebut dilaporkan roboh, menyebabkan banyak warga terjebak di dalamnya. Upaya penyelamatan segera dilancarkan oleh tim SAR untuk mengevakuasi para korban yang terperangkap di antara reruntuhan. Detail mengenai jumlah pasti korban yang terjebak dan tingkat keparahan luka masih terus dihimpun oleh pihak berwenang.
Gempa yang terjadi pada Selasa pagi itu juga dilaporkan menimbulkan serangkaian dampak lanjutan. Hingga berita ini diturunkan, belum ada informasi rinci mengenai penyebab pasti keruntuhan bangunan tersebut, namun dugaan kuat mengarah pada kekuatan guncangan gempa yang luar biasa. Pihak berwenang setempat telah mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi gempa susulan dan mengikuti instruksi dari petugas penyelamat.
Perdana Menteri Takaichi dalam keterangannya menyatakan keprihatinan mendalam atas musibah ini dan berjanji akan mengerahkan seluruh sumber daya yang ada untuk penanganan darurat serta pemulihan pasca-gempa. Prioritas utama saat ini adalah penyelamatan warga yang masih terjebak dan penanganan medis bagi mereka yang terluka. Evaluasi menyeluruh terhadap kerusakan infrastruktur juga tengah dilakukan untuk mengantisipasi risiko lebih lanjut.
