Park City, Utah – Penanganan cedera Anterior Cruciate Ligament (ACL) pada atlet olahraga ekstrem perlu dilakukan secara individual. Para ahli bedah ortopedi disarankan untuk mempertimbangkan tidak hanya jenis olahraga yang digeluti atlet saat ini, tetapi juga aspirasi mereka di masa depan. Hal ini diungkapkan oleh seorang presenter di Park City.
Menurut Travis G. Maak, MD, seorang profesor bedah ortopedi dan kedokteran olahraga di University of Utah, pendekatan yang seragam tidak lagi relevan. Ia mencontohkan perbedaan mendasar antara atlet biathlon dan pemain ski gaya bebas. “Seorang atlet biathlon dan pemain ski gaya bebas sangat berbeda. Meskipun keduanya adalah atlet ekstrem di atas ski, satu harus berlutut sementara yang lain terbang di udara, berputar,” jelas Maak kepada Healio. Ia menambahkan, “Nyeri saat berlutut adalah komplikasi potensial bagi tendon patela tulang yang perlu diperhitungkan.”
Lebih lanjut, Maak menekankan pentingnya memahami tuntutan spesifik dari setiap cabang olahraga. Perbedaan gerakan, tingkat benturan, dan risiko gerakan yang berulang menjadi faktor krusial dalam menentukan strategi pemulihan dan rehabilitasi. Pendekatan yang disesuaikan memastikan bahwa atlet dapat kembali ke olahraga pilihan mereka dengan aman dan efektif, sekaligus meminimalkan risiko cedera berulang.
Selain mempertimbangkan tuntutan olahraga saat ini, para profesional medis juga harus menggali aspirasi jangka panjang para atlet. Apakah atlet tersebut berencana untuk terus berkompetisi di level tertinggi, beralih ke peran kepelatihan, atau bahkan pensiun dari olahraga profesional? Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini akan sangat memengaruhi keputusan mengenai jenis intervensi bedah, durasi rehabilitasi, dan tujuan fungsional yang ditetapkan.
Dengan memahami secara mendalam profil atlet, jenis olahraga, dan tujuan masa depan mereka, tim medis dapat merancang rencana perawatan yang optimal. Pendekatan yang holistik dan personal ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup atlet pasca-cedera ACL, memungkinkan mereka untuk kembali beraktivitas dengan percaya diri dan mencapai potensi penuh mereka, baik di dalam maupun di luar lapangan.
