Monday, 27 July 2026
BREAKING
LIFESTYLE

Kemenkes Klarifikasi Data HIV/AIDS Anak di Sidoarjo Pasca Unggahan Viral

Oleh Muzairi M July 27, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI angkat bicara terkait isu viral di media sosial mengenai ratusan anak di Sidoarjo yang diduga terpapar HIV/AIDS. Melalui data resmi kumulatif 25 tahun, Kemenkes memberikan gambaran menyeluruh mengenai temuan kasus HIV/AIDS pada anak di wilayah tersebut untuk mengklarifikasi informasi yang beredar.

Kepala Subdirektorat Pencegahan dan Pengendalian Infeksi Saluran Pernapasan Akut Kemenkes RI, dr. Siti Nadia Tarmizi, menegaskan bahwa isu yang beredar di media sosial tidak sepenuhnya akurat. Ia menjelaskan bahwa data yang dirilis oleh Kemenkes merupakan rekapitulasi temuan kasus selama seperempat abad, bukan data spesifik untuk periode waktu tertentu yang menimbulkan kekhawatiran berlebih.

Menurut data Kemenkes, tercatat sebanyak 12.581 anak di bawah usia 18 tahun di seluruh Indonesia yang terpapar HIV hingga Maret 2024. Angka ini merupakan akumulasi sejak tahun 1999. Dari jumlah tersebut, kasus HIV pada anak di Sidoarjo tercatat sebanyak 166 kasus. Angka ini mencakup kasus yang ditemukan sepanjang periode 25 tahun tersebut, bukan kasus baru yang muncul dalam waktu singkat.

Nadia juga merinci bahwa dari total kasus HIV pada anak di Indonesia, sebanyak 2.311 di antaranya telah berkembang menjadi AIDS. Sementara itu, tercatat 1.798 anak di bawah usia 18 tahun meninggal dunia akibat HIV/AIDS di seluruh Indonesia hingga periode yang sama. Angka kematian di Sidoarjo tercatat sebanyak 17 kasus.

Lebih lanjut, Kemenkes memaparkan bahwa penularan HIV pada anak sebagian besar terjadi melalui penularan dari ibu ke anak (PPIA). Oleh karena itu, Kemenkes terus berupaya menggalakkan program pencegahan penularan HIV dari ibu ke anak. Program ini mencakup deteksi dini HIV pada ibu hamil, pemberian terapi antiretroviral (ARV) kepada ibu hamil dengan HIV, serta pemberian profilaksis ARV pada bayi yang lahir dari ibu HIV positif.

Upaya pencegahan dan penanganan HIV/AIDS pada anak terus menjadi prioritas Kemenkes. Kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan organisasi masyarakat, diharapkan dapat menekan angka penularan dan meningkatkan kualitas hidup anak-anak yang hidup dengan HIV.

Bagikan: Facebook X WhatsApp