Seorang remaja berusia 14 tahun yang diduga dibunuh oleh penyanyi D4vd ternyata pernah mengalami kehamilan dan menjalani aborsi. Fakta ini terungkap melalui percakapan teks yang diajukan sebagai bukti oleh jaksa penuntut dalam kasus yang menggemparkan ini.
Jaksa penuntut menduga bahwa D4vd mulai melakukan pelecehan terhadap korban saat usianya masih 13 tahun. Hubungan terlarang ini diduga berlanjut hingga korban hamil. Ketakutan akan terbongkarnya perbuatan D4vd menjadi motif yang kuat dalam kasus ini, di mana korban diduga mengancam akan mengungkap hubungan mereka.
Percakapan teks yang kini menjadi sorotan utama persidangan memberikan gambaran detail mengenai situasi yang dihadapi korban. Dalam pesan-pesan tersebut, terungkap bahwa korban mengalami kehamilan yang tidak diinginkan. Lebih lanjut, pesan-pesan tersebut juga mengindikasikan bahwa korban telah menjalani prosedur aborsi.
Pihak berwenang masih terus mendalami sejauh mana keterlibatan D4vd dalam peristiwa kehamilan dan aborsi yang dialami korban. Bukti teks ini diharapkan dapat memperjelas kronologi kejadian dan memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai motif di balik dugaan pembunuhan yang dilakukan terhadap remaja malang tersebut. Jaksa penuntut berkeyakinan bahwa pesan-pesan ini menjadi kunci penting untuk membuktikan tuduhan terhadap D4vd.
Kasus ini menarik perhatian publik luas, tidak hanya karena melibatkan seorang figur publik, tetapi juga karena usia korban yang masih sangat muda. Pengungkapan fakta mengenai kehamilan dan aborsi korban menambah lapisan tragis pada kasus ini dan menggarisbawahi pentingnya perlindungan terhadap anak di bawah umur dari segala bentuk kekerasan dan eksploitasi.
