Friday, 24 July 2026
BREAKING
BADMINTON

Ganda Putri Indonesia Rachel/Febi Lolos Dramatis ke Perempat Final China Open 2026

Oleh Wibowo July 24, 2026 3 hours lalu 0 komentar

Changzhou, 23 Juli 2026 – Pasangan ganda putri Indonesia, Rachel Allessya Rose dan Febi Setianingrum, berhasil melangkah ke babak perempat final China Open 2026 setelah memenangkan pertandingan babak 16 besar yang berlangsung sengit. Mereka mengalahkan pasangan Lauren Lam/Allison Quynh Lee dari Amerika Serikat dengan skor akhir 17-21, 21-11, 21-19.

Pertandingan yang digelar hari ini di Changzhou ini menampilkan perjuangan luar biasa dari Rachel/Febi. Setelah kalah di gim pertama, mereka bangkit di gim kedua dan menunjukkan ketahanan mental di gim ketiga yang penuh tekanan. “Puji Tuhan bisa selesai tanpa cedera. Tadi kami hanya berdoa lalu mencoba asal masuk saja bolanya, yang penting tidak melakukan kesalahan sendiri. Poin sudah tertinggal jauh di interval gim ketiga tapi kami terus mencoba,” ujar Rachel Allessya Rose.

Rachel menambahkan bahwa kondisi angin di lapangan pada gim pertama dan awal gim ketiga sempat menjadi keuntungan, namun pasangan Amerika Serikat selalu siap mengantisipasi pukulan keras mereka. “Di sisi lapangan gim pertama dan awal gim ketiga itu sebenarnya kami posisinya menang angin tapi mereka selalu siap dengan pukulan-pukulan kencangnya kami, jadi malah kami yang kurang yakin dengan arah pengembaliannya,” jelasnya.

Menatap babak perempat final, Rachel menyatakan ambisi untuk kembali meraih kemenangan, namun menyadari perlunya persiapan matang. “Besok di perempatfinal pastinya kami mau menang lagi tapi banyak yang harus dipersiapkan berkaca dari pertandingan tadi. Kondisinya dijaga terus,” tuturnya.

Febi Setianingrum mengakui keuletan pertahanan pasangan Amerika Serikat sebagai faktor penentu kesulitan mereka. “Pasangan Amerika Serikat punya pertahanan yang ulet, itu yang menyulitkan kami. Sudah terus menyerang tapi susah untuk tembus,” ungkap Febi.

Dalam momen krusial pertandingan, Febi mengaku mengandalkan kekuatan mental untuk membalikkan keadaan. “Di momen kritis, saya hanya menyakinkan diri sendiri kalau masih bisa, belum selesai. Lebih ke non teknisnya sih tadi,” katanya.

Bagikan: Facebook X WhatsApp