Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Retno Marsudi, mendorong penguatan kemitraan antara ASEAN dan Tiongkok untuk menjaga stabilitas kawasan di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian. Penekanan ini disampaikan dalam pertemuan tingkat menteri ASEAN-Tiongkok yang berlangsung di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, pada hari Kamis, 23 Mei 2024.
Dalam forum tersebut, Menlu Retno secara spesifik menyoroti pentingnya kerja sama ekonomi sebagai pilar utama dalam memperkuat ketahanan regional. Ia menekankan bahwa kemitraan yang solid antara ASEAN dan Tiongkok tidak hanya akan menguntungkan kedua belah pihak secara ekonomi, tetapi juga berkontribusi signifikan terhadap perdamaian dan stabilitas di Asia Tenggara dan sekitarnya.
“Kerja sama ekonomi yang lebih erat dengan Tiongkok akan memperkuat ketahanan dan menjaga stabilitas kawasan di tengah situasi global yang dinamis,” ujar Menlu Retno dalam pernyataannya. Ia menambahkan bahwa penguatan kerja sama ini menjadi krusial mengingat tantangan global yang semakin kompleks, termasuk isu geopolitik dan tantangan ekonomi.
Lebih lanjut, Menlu Retno mengungkapkan bahwa ASEAN dan Tiongkok memiliki potensi besar untuk meningkatkan kolaborasi di berbagai bidang. Ia berharap agar kemitraan strategis ini dapat terus berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di kawasan. Komitmen untuk terus menjaga dialog dan kerja sama konstruktif menjadi kunci dalam mewujudkan tujuan bersama ini.
Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk mengevaluasi kemajuan kerja sama ASEAN-Tiongkok selama ini dan merumuskan langkah-langkah strategis ke depan. Fokus pada penguatan ekonomi diharapkan dapat menjadi fondasi yang kokoh bagi terciptanya kawasan yang lebih stabil, makmur, dan aman.
