Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan bahwa Arab Saudi harus mengakui Israel sebagai syarat utama untuk kemajuan kesepakatan energi nuklir yang sedang dibahas. Pernyataan ini disampaikan Trump pada Kamis (23/5/2019) waktu setempat, mengaitkan hubungan diplomatik Saudi dengan Israel dengan potensi bantuan AS dalam pengembangan energi nuklir di Kerajaan.
Trump secara eksplisit menyatakan bahwa pembangunan reaktor nuklir Saudi, yang merupakan bagian dari rencana ambisius mereka untuk diversifikasi energi, sangat bergantung pada partisipasi Arab Saudi dalam Abraham Accords. Abraham Accords merupakan serangkaian perjanjian normalisasi hubungan antara Israel dengan beberapa negara Arab, yang didukung oleh pemerintahan Trump.
“Mereka ingin membangun reaktor nuklir, dan itu tidak akan terjadi kecuali mereka mengakui Israel,” ujar Trump kepada wartawan di Gedung Putih. Ia menambahkan bahwa kesepakatan besar ini, yang bertujuan untuk membantu Arab Saudi mengembangkan energi nuklir, akan sangat bergantung pada kemauan Saudi untuk bergabung dengan Abraham Accords. Ini menunjukkan adanya kaitan strategis yang kuat antara isu nuklir dan normalisasi hubungan regional di Timur Tengah.
Pernyataan Trump ini muncul di tengah upaya Arab Saudi untuk mengembangkan program energi nuklirnya, yang diklaim bertujuan untuk menyediakan sumber energi bersih dan mengurangi ketergantungan pada minyak. Namun, kekhawatiran internasional terkait potensi penyalahgunaan teknologi nuklir untuk tujuan militer selalu membayangi setiap program nuklir di kawasan tersebut.
Dengan mengaitkan kesepakatan nuklir dengan pengakuan Israel, Trump secara efektif menempatkan tekanan diplomatik yang signifikan pada Arab Saudi. Ini juga mencerminkan prioritas kebijakan luar negeri pemerintahan Trump yang berupaya mendorong normalisasi hubungan antara Israel dan negara-negara Arab, sebagai bagian dari strategi yang lebih luas untuk stabilitas regional.
Sebelumnya, Arab Saudi telah menunjukkan sinyal positif terkait potensi normalisasi hubungan dengan Israel, meskipun secara resmi belum mengakui negara tersebut. Namun, pernyataan Trump ini menegaskan bahwa langkah konkret, seperti bergabung dengan Abraham Accords, akan menjadi prasyarat penting bagi Saudi untuk mendapatkan dukungan teknologi dan kelembagaan dari AS dalam proyek nuklirnya.
