Thursday, 23 July 2026
BREAKING
LIFESTYLE

Waspada Algoritma Digital Pengaruhi Perilaku Anak, Peran Orang Tua Kunci Pencegahan

Oleh Muzairi M July 23, 2026 3 hours lalu 0 komentar

Perkembangan pesat teknologi digital kini menghadirkan tantangan baru bagi orang tua dalam mendidik anak. Algoritma yang bekerja di balik layar berbagai platform digital secara diam-diam berpotensi memengaruhi emosi dan membentuk perilaku anak. Namun, para ahli menekankan bahwa keterikatan emosional yang kuat antara anak dan orang tua menjadi benteng pertahanan utama.

Dalam sebuah diskusi yang diselenggarakan oleh Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) pada hari Rabu, 17 April 2024, terungkap bahwa algoritma platform digital dirancang untuk mempertahankan perhatian pengguna, termasuk anak-anak. Desain ini seringkali mengorbankan aspek perkembangan anak yang sehat.

Psikolog anak, Dr. Astrid Wen, dalam kesempatan tersebut menjelaskan, “Algoritma ini bekerja dengan cara memberikan konten yang diprediksi akan disukai anak. Ini bisa menciptakan siklus ketergantungan dan membatasi paparan terhadap keragaman informasi.” Ia menambahkan bahwa hal ini dapat berdampak pada perkembangan kognitif dan emosional anak, bahkan berpotensi membentuk pandangan dunia yang sempit.

Lebih lanjut, Dr. Astrid menyoroti bagaimana algoritma dapat memicu respons emosional tertentu. “Misalnya, konten yang bersifat sensasional atau memicu kecemasan bisa saja direkomendasikan berulang kali jika sistem mendeteksi adanya perhatian dari anak. Ini jelas bukan hal yang sehat bagi perkembangan psikologis mereka,” tuturnya.

Menanggapi kekhawatiran ini, KPAI mendorong orang tua untuk lebih proaktif dalam mendampingi anak saat menggunakan perangkat digital. Ketua KPAI, Ai Maryati, menyatakan, “Peran orang tua sangat krusial. Bukan hanya sekadar membatasi waktu layar, tetapi yang lebih penting adalah membangun komunikasi yang terbuka dan keterikatan emosional yang kuat.”

Ai Maryati menekankan pentingnya dialog antara orang tua dan anak mengenai konten yang mereka lihat. “Ajak anak berbicara tentang apa yang mereka tonton, apa yang membuat mereka tertarik, dan bagaimana perasaan mereka terhadap konten tersebut. Dengan begitu, orang tua bisa membantu anak menginterpretasikan informasi dan membangun pemahaman kritis,” jelasnya.

KPAI juga menyarankan agar orang tua memberikan contoh perilaku digital yang sehat. “Jika orang tua sendiri terlihat asyik dengan gawainya tanpa interaksi dengan anak, maka anak akan mencontoh hal tersebut. Keterlibatan aktif orang tua dalam kehidupan anak, baik di dunia nyata maupun digital, adalah kunci utama,” pungkas Ai Maryati.

Bagikan: Facebook X WhatsApp