Thursday, 23 July 2026
BREAKING
KESEHATAN

Pengalaman Operator dan Ukuran Jarum Pengaruhi Risiko Komplikasi Biopsi Ginjal Pasien Diabetes

Oleh Rini Widiyarti July 23, 2026 3 hours lalu 0 komentar

Sebuah studi terbaru mengungkap bahwa pengalaman operator dan ukuran jarum yang digunakan menjadi faktor penentu risiko komplikasi pada pasien dewasa dengan diabetes yang menjalani biopsi ginjal. Temuan ini menunjukkan bahwa diabetes itu sendiri bukanlah penyebab utama dari kejadian yang tidak diinginkan tersebut.

Biopsi ginjal perkutan secara luas diakui sebagai standar emas untuk mendiagnosis penyakit ginjal. Namun, data mengenai keamanan prosedur ini bagi pasien diabetes masih beragam. Katalin Susztak, MD, PhD, seorang profesor kedokteran dan genetika di University of Pennsylvania, beserta rekan-rekannya, menggarisbawahi pentingnya memahami faktor-faktor yang berkaitan dengan komplikasi biopsi ginjal. Hal ini dapat membantu mengidentifikasi.

Lebih lanjut, penelitian yang dilakukan terhadap 1.194 pasien dewasa dengan diabetes yang menjalani biopsi ginjal antara Januari 2017 hingga Desember 2022 ini menemukan bahwa komplikasi mayor, seperti perdarahan yang memerlukan transfusi darah atau intervensi bedah, terjadi pada 4,3% pasien. Komplikasi minor, seperti hematoma tanpa gejala, dialami oleh 11,7% pasien.

Analisis data menunjukkan korelasi yang signifikan antara pengalaman operator, yang diukur berdasarkan jumlah prosedur biopsi ginjal yang pernah dilakukan, dengan tingkat komplikasi. Operator dengan pengalaman lebih dari 50 prosedur memiliki risiko komplikasi mayor yang lebih rendah dibandingkan dengan mereka yang memiliki pengalaman kurang dari 10 prosedur. Selain itu, penggunaan jarum dengan ukuran lebih besar (gauge 16) dikaitkan dengan peningkatan risiko komplikasi minor dibandingkan dengan penggunaan jarum ukuran 18.

Dr. Susztak menyatakan, “Temuan kami sangat penting karena memberikan panduan praktis bagi para klinisi. Dengan fokus pada peningkatan keterampilan operator dan pemilihan ukuran jarum yang tepat, kita dapat secara signifikan mengurangi risiko komplikasi pada pasien diabetes yang menjalani biopsi ginjal.” Ia menambahkan bahwa studi ini merupakan yang pertama kali mengkuantifikasi secara komprehensif faktor-faktor risiko ini pada populasi pasien diabetes.

Studi ini juga menyoroti bahwa usia pasien, durasi diabetes, dan keberadaan komplikasi diabetes lainnya, seperti nefropati diabetik, tidak secara independen dikaitkan dengan peningkatan risiko komplikasi biopsi ginjal. Hal ini memperkuat argumen bahwa kualitas pelaksanaan prosedur, bukan kondisi medis pasien itu sendiri, merupakan determinan utama keselamatan pasien.

Bagikan: Facebook X WhatsApp