Thursday, 23 July 2026
BREAKING
DUNIA

AS dan Arab Saudi Jalin Kerja Sama Nuklir, Timur Tengah Bergejolak

Oleh Heni Maulidya July 23, 2026 3 hours lalu 0 komentar

Amerika Serikat secara resmi mengumumkan kesepakatan bersejarah dengan Arab Saudi untuk mengembangkan program energi nuklir. Perjanjian ini ditandatangani pada hari Kamis, 17 Mei 2017, di tengah kekhawatiran yang terus meningkat mengenai stabilitas kawasan Timur Tengah.

Kesepakatan tersebut mencakup kerja sama dalam pembangunan reaktor nuklir sipil, yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan energi Arab Saudi yang terus meningkat. Namun, langkah ini memicu kekhawatiran internasional, terutama dari Israel, yang memandang potensi pengembangan teknologi nuklir oleh negara-negara Arab sebagai ancaman keamanan yang serius.

Menteri Luar Negeri AS saat itu, Rex Tillerson, menyatakan bahwa kerja sama ini adalah bagian dari upaya yang lebih luas untuk memperkuat hubungan bilateral antara kedua negara. “Kami memiliki hubungan yang kuat dengan Arab Saudi, dan ini adalah salah satu aspek dari hubungan tersebut,” ujar Tillerson dalam konferensi persnya di Washington D.C. Ia menambahkan bahwa program nuklir ini akan tunduk pada pengawasan ketat dari Badan Energi Atom Internasional (IAEA).

Di sisi lain, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyuarakan keprihatinannya secara terbuka. “Kami sangat prihatin dengan kesepakatan ini,” kata Netanyahu dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada hari yang sama. Israel telah lama menentang segala bentuk pengembangan program nuklir di negara-negara Arab, dengan alasan kekhawatiran akan proliferasi senjata nuklir di kawasan yang sudah bergejolak.

Kesepakatan antara AS dan Arab Saudi ini menambah daftar panjang perjanjian kerja sama nuklir yang telah ditandatangani oleh kedua negara dalam beberapa tahun terakhir. Namun, penekanan pada program energi nuklir sipil kali ini datang pada saat yang krusial, di mana ketegangan regional semakin meningkat. Para analis memperingatkan bahwa langkah ini berpotensi memperburuk situasi keamanan di Timur Tengah, dan dapat memicu perlombaan senjata nuklir baru di kawasan tersebut.

Bagikan: Facebook X WhatsApp