Sistem manajemen pasokan susu Kanada kembali menjadi pusat perhatian menyusul klaim Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyebutnya sebagai salah satu dari tiga hambatan utama yang memicu pengenaan tarif baru oleh AS. Isu ini menjadi titik krusial dalam negosiasi dagang antara kedua negara.
Presiden Trump menyoroti sistem yang dinilai kuat dalam sektor susu Kanada ini sebagai alasan utama di balik langkah AS untuk menerapkan tarif perdagangan. Sistem manajemen pasokan yang diterapkan Kanada ini memungkinkan produsen susu domestik untuk menetapkan kuota produksi dan harga, yang diklaim oleh AS menguntungkan produsen Kanada dan merugikan eksportir Amerika.
Trump secara spesifik menyebut sistem manajemen pasokan susu sebagai salah satu dari tiga “iritan” utama yang menjadi dasar keputusannya. Ia berulang kali mengkritik praktik perdagangan Kanada, termasuk di sektor susu, yang dianggapnya tidak adil bagi Amerika Serikat. Pernyataan ini disampaikan oleh Presiden AS pada berbagai kesempatan saat membahas ketidakseimbangan perdagangan antara kedua negara tetangga tersebut.
Kritik terhadap sistem manajemen pasokan susu Kanada bukan hal baru. Amerika Serikat telah lama menyatakan keberatan terhadapnya, menganggapnya sebagai hambatan tarif dan non-tarif yang membatasi akses pasar bagi produk susu AS. Kekhawatiran AS adalah bahwa kebijakan ini memberikan perlindungan berlebihan kepada petani susu Kanada, sehingga menyulitkan produk susu Amerika untuk bersaing di pasar Kanada.
Sebagai tanggapan terhadap tuduhan tersebut, Pemerintah Kanada, melalui Menteri Luar Negeri Chrystia Freeland, telah berulang kali membela sistem manajemen pasokan susunya. Freeland menegaskan bahwa sistem tersebut merupakan hal fundamental bagi industri susu Kanada dan telah memberikan stabilitas serta keberlanjutan bagi para petani susu di negaranya. Ia juga menyatakan bahwa Kanada selalu terbuka untuk berdialog dan mencari solusi yang saling menguntungkan dengan Amerika Serikat terkait isu perdagangan.
Lebih lanjut, Freeland menekankan bahwa sistem manajemen pasokan susu Kanada telah diakui dalam perjanjian dagang sebelumnya, termasuk dalam kerangka kerja North American Free Trade Agreement (NAFTA). Ia menambahkan, “Ini bukan masalah yang muncul baru-baru ini. Ini adalah isu yang telah dibicarakan selama bertahun-tahun.” Pernyataan ini mengindikasikan bahwa Kanada melihat klaim AS sebagai upaya untuk membuka kembali isu yang seharusnya sudah terselesaikan.
Perang dagang ini berpotensi memberikan dampak yang signifikan bagi kedua negara, terutama bagi para pelaku industri susu. Ketegangan yang terus berlanjut dapat mengganggu rantai pasok, menaikkan harga bagi konsumen, dan menciptakan ketidakpastian ekonomi. Negosiasi intensif diharapkan terus berlanjut untuk mencari titik temu dan mencegah eskalasi lebih lanjut dalam sengketa dagang ini.
