Teknik pencitraan canggih, microperimetri, terbukti efektif dalam memantau perkembangan atrofi geografis (GA) pada pasien yang menjalani terapi gen CTx001. Temuan awal ini dipaparkan dalam sebuah presentasi pada acara Clinical Trials at the Summit di Las Vegas.
Penelitian ini berfokus pada studi fase 1/2 Opti-GAIN, yang mengevaluasi keamanan dan tolerabilitas CTx001, sebuah terapi gen yang dikembangkan oleh Complement Therapeutics. Arshad Khanani, MD, MA, FASRS, dari Sierra Eye Associates di Reno, Nevada, memimpin presentasi temuan dari kelompok pasien pertama yang terdaftar dalam studi tersebut.
Tujuan utama dari studi Opti-GAIN adalah untuk menilai keamanan dan tolerabilitas CTx001. Selain itu, para peneliti juga mengamati perubahan pada zona elipsoid melalui attenuasi, membandingkan kondisi pada minggu ke-52 dengan data awal (baseline). Penggunaan microperimetri yang disesuaikan secara spesifik memungkinkan para peneliti untuk melacak baik struktur maupun fungsi visual pada mata pasien.
Khanani menjelaskan bahwa studi ini menerapkan metode microperimetri yang dirancang khusus untuk memberikan gambaran detail mengenai kondisi mata pasien. “Kami menggunakan microperimetri yang disesuaikan untuk melacak atrofi geografis pada pasien yang menjalani terapi gen CTx001,” ujarnya dalam presentasi. Teknik ini memungkinkan deteksi dini dan pemantauan perubahan halus yang mungkin terlewatkan oleh metode pencitraan konvensional. Hal ini krusial mengingat GA adalah kondisi degeneratif yang progresif dan dapat menyebabkan kehilangan penglihatan permanen.
Temuan dari kohort pertama studi Opti-GAIN memberikan wawasan berharga mengenai potensi terapi gen CTx001 dalam mengelola GA. Kemampuan microperimetri untuk memantau perubahan struktural dan fungsional secara bersamaan memberikan gambaran komprehensif mengenai respons pasien terhadap terapi. Hasil ini diharapkan dapat memfasilitasi pengembangan strategi pengobatan yang lebih efektif di masa depan untuk penyakit mata yang menantang ini.
