Wednesday, 22 July 2026
BREAKING
LIFESTYLE

Peregang Leher Berbunyi ‘Krek’: Mitos atau Ancaman Stroke?

Oleh Muzairi M July 21, 2026 14 hours lalu 0 komentar

Kebiasaan meregangkan leher hingga menimbulkan bunyi ‘krek’ atau ‘kretek’ kerap dilakukan banyak orang untuk meredakan pegal. Namun, muncul kekhawatiran bahwa kebiasaan ini dapat memicu stroke. Benarkah anggapan tersebut? Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal medis Neurology pada 14 April 2023 memberikan sudut pandang baru terkait fenomena ini.

Studi tersebut menyoroti kasus seorang pria berusia 50 tahun yang mengalami gejala stroke setelah melakukan gerakan ‘kretek’ pada lehernya. Pria yang identitasnya dirahasiakan ini dilaporkan mengalami pusing, mual, muntah, serta kehilangan keseimbangan sesaat setelah meregangkan lehernya. Gejala ini berkembang menjadi stroke iskemik, yang terjadi ketika aliran darah ke otak terhambat.

Para peneliti, yang dipimpin oleh Dr. Rohan Arora dari University of Chicago, menemukan bahwa gerakan ekstrem pada leher dapat menyebabkan robekan pada arteri vertebral, yaitu pembuluh darah yang memasok darah ke otak. Dalam kasus pria tersebut, robekan pada arteri vertebral kanan terdeteksi, yang kemudian memicu pembentukan gumpalan darah dan akhirnya menyebabkan stroke.

Dr. Arora menyatakan, “Kami mengidentifikasi bahwa gerakan leher yang ekstrem dan tiba-tiba dapat menyebabkan robekan pada arteri vertebral, yang kemudian memicu terbentuknya gumpalan darah dan stroke.” Ia juga menambahkan bahwa meskipun kasus ini terdengar mengerikan, penting untuk dicatat bahwa kejadian seperti ini sangat jarang terjadi.

Meskipun demikian, temuan ini menggarisbawahi potensi risiko yang terkait dengan kebiasaan meregangkan leher secara berlebihan. Para ahli medis menyarankan agar masyarakat lebih berhati-hati dan menghindari gerakan leher yang menyentak atau ekstrem. Jika mengalami rasa pegal pada leher, disarankan untuk mencari metode peredaan yang lebih aman, seperti pijat ringan atau kompres hangat, dan berkonsultasi dengan profesional medis jika rasa pegal terus berlanjut atau memburuk.

Penelitian ini, yang diterbitkan pada 14 April 2023, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran akan potensi bahaya dari kebiasaan yang tampaknya sepele ini. Penting untuk diingat bahwa pencegahan selalu lebih baik daripada pengobatan, terutama ketika menyangkut kesehatan otak yang vital.

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Artikel Terkait