Sebelum menjalani operasi mata, sangat krusial untuk melakukan ‘pembersihan biologis’ guna mengontrol peradangan halus di permukaan bola mata. Proses ini, yang melibatkan penggunaan tetes mata lubrikan, pembersih kelopak mata, perubahan pola makan, dan metode lain sesuai kebutuhan, berpotensi signifikan menurunkan risiko komplikasi pasca-operasi.
Temuan ini diungkapkan melalui sebuah tinjauan yang dipublikasikan dalam jurnal Indian Journal of Ophthalmology. Para peneliti, yang dipimpin oleh Rohit Shetty, DNB, FRCS, PhD, dari departemen bedah kornea dan refraktif di Narayana Nethralaya, India, menekankan bahwa bukti ilmiah yang terus berkembang menunjukkan keterkaitan antara kondisi permukaan mata yang sudah ada sebelumnya dengan hasil operasi.
Peradangan pada permukaan mata, sekecil apapun, dapat memicu berbagai masalah pasca-operasi. Komplikasi yang mungkin terjadi meliputi rasa nyeri, iritasi, ektasia (penonjolan abnormal pada kornea), kekeruhan kornea (corneal haze), hingga penyakit mata kering (dry eye disease). Dengan melakukan ‘pembersihan biologis’ ini, tim medis berupaya menciptakan kondisi mata yang optimal sebelum intervensi bedah dilakukan.
Strategi ‘pembersihan biologis’ ini dirancang untuk mengatasi akar permasalahan peradangan. Penggunaan tetes mata lubrikan membantu menjaga kelembaban dan melapisi permukaan mata, mengurangi gesekan dan iritasi. Sementara itu, pembersih kelopak mata berperan penting dalam membersihkan debris, bakteri, dan sisa-sisa lain yang dapat memicu atau memperparah peradangan.
Lebih lanjut, penyesuaian pola makan juga menjadi salah satu komponen penting dalam pendekatan ini. Asupan nutrisi yang tepat, terutama yang kaya akan asam lemak omega-3, diketahui memiliki efek anti-inflamasi yang dapat membantu menenangkan permukaan mata. Perubahan gaya hidup lain juga dapat dipertimbangkan berdasarkan evaluasi individual pasien.
Para penulis tinjauan ini menyimpulkan bahwa pendekatan proaktif dalam mengelola kesehatan permukaan mata sebelum operasi adalah langkah pencegahan yang efektif. Dengan memastikan kondisi mata yang sehat dan bebas dari peradangan yang tidak perlu, para ahli bedah mata dapat meningkatkan keselamatan pasien dan kualitas hasil akhir operasi, sekaligus meminimalkan ketidaknyamanan pasca-operasi.
