Tuesday, 21 July 2026
BREAKING
DUNIA

Khalil Al-Hayya Pimpin Biro Politik Hamas, Gantikan Ismail Haniyeh

Oleh Heni Maulidya July 21, 2026 19 hours lalu 0 komentar

Khalil Al-Hayya secara resmi telah terpilih sebagai pemimpin baru Biro Politik Hamas, menggantikan mendiang Ismail Haniyeh. Keputusan ini menandai babak baru bagi organisasi perlawanan Palestina tersebut setelah kehilangan salah satu figur sentralnya.

Pemilihan Al-Hayya ini diumumkan oleh Hamas pada Senin (5/8/2024). Ia dipercaya mengemban amanah untuk memimpin sayap politik Hamas, sebuah posisi strategis dalam pengambilan keputusan organisasi.

Keterpilihan Khalil Al-Hayya ini terjadi menyusul tewasnya Ismail Haniyeh dalam serangan udara Israel di Teheran, Iran, pada 31 Juli 2024. Haniyeh, yang merupakan pemimpin tertinggi Hamas, tewas bersama sejumlah komandan lainnya. Kepergian Haniyeh menimbulkan pertanyaan besar mengenai suksesi kepemimpinan di Hamas, yang kini terjawab dengan penunjukan Al-Hayya.

Meskipun peran dan tanggung jawab spesifik Al-Hayya dalam kepemimpinan baru ini belum sepenuhnya dirinci, terpilihnya ia sebagai ketua Biro Politik menempatkannya pada posisi terdepan dalam urusan politik dan strategi Hamas. Al-Hayya dikenal sebagai salah satu tokoh senior dalam gerakan tersebut, dan rekam jejaknya menunjukkan keterlibatannya dalam berbagai aspek operasional dan diplomatik Hamas.

Sebelumnya, pada April 2024, Khalil Al-Hayya sempat disebut-sebut oleh media sebagai salah satu kandidat kuat untuk menggantikan Haniyeh. Ia dilaporkan telah memimpin diskusi internal mengenai masa depan gerakan tersebut, termasuk kemungkinan gencatan senjata dan strategi menghadapi agresi Israel. Pernyataannya pada April juga menyoroti kompleksitas negosiasi dan tuntutan Hamas, termasuk permintaan pembebasan tahanan Palestina.

Posisi Al-Hayya sebagai pemimpin Biro Politik Hamas akan sangat krusial dalam menghadapi tantangan regional dan internasional yang terus berkembang. Kepemimpinannya diharapkan akan memberikan arah baru bagi Hamas dalam upayanya mencapai tujuan politik dan perlawanan terhadap pendudukan Israel.

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Artikel Terkait