Borussia Dortmund Bertekad Tutup Tahun 2025 dengan Kemenangan Kandang atas Gladbach

Danu Ilham

Borussia Dortmund menatap laga penutup tahun 2025 melawan Borussia Mönchengladbach dengan optimisme tinggi, bertekad mengamankan tiga poin di kandang sendiri. Pelatih Niko Kovac menegaskan target kemenangan ini sebagai penutup paruh musim Liga Jerman 2025/2026 yang memuaskan, sekaligus menjaga momentum tim di papan atas klasemen.

"Kami ingin memenangkan pertandingan terakhir pada tahun 2025 ini. Itulah tujuan kami," ujar Kovac dalam konferensi pers yang dilansir dari laman resmi Borussia Dortmund pada Jumat. Tekad ini mencerminkan ambisi Die Borussen untuk terus bersaing di papan atas Bundesliga, meski menghadapi sejumlah tantangan.

Pertandingan yang dijadwalkan bergulir di Stadion Signal Iduna Park, Dortmund, pada Sabtu dini hari WIB ini diprediksi tidak akan berjalan mudah. Kovac mengungkapkan bahwa timnya akan tampil pincang dengan absennya empat pemain kunci. Ramy Bensebaini dipastikan tidak dapat bermain karena membela timnas Aljazair di Piala Afrika 2025.

Selain itu, Jobe Bellingham harus menjalani sanksi larangan bermain sebanyak dua pertandingan. Masalah cedera juga menghantui skuad Dortmund, dengan Waldemar Anton dan Aaron Anselmino dipastikan menepi. Absennya sejumlah pemain ini tentu menjadi pekerjaan rumah besar bagi Kovac dalam menyusun strategi menghadapi Gladbach.

Kovac menyadari kekuatan tim tamu yang kini berada di bawah komando Eugen Polanski. Sejak ditunjuk sebagai pelatih kepala menggantikan Gerardo Seoane yang dipecat pada September 2025, Polanski berhasil membawa stabilitas bagi Mönchengladbach. Kovac menilai Gladbach telah menunjukkan perkembangan signifikan dalam beberapa laga terakhir.

"Mereka mengalami kesulitan di awal musim. Eugen kini telah menstabilkan mereka. Dalam beberapa pertandingan terakhir, mereka menunjukkan perkembangan yang bagus. Mereka adalah tim yang sangat sulit untuk dihadapi, bertahan dengan sangat baik, dan selalu mencari peluang lewat serangan balik," jelas pelatih berusia 54 tahun tersebut. Polanski, yang sebelumnya menjabat sebagai asisten pelatih, ditunjuk untuk mengambil alih kemudi tim usai serangkaian hasil buruk di awal musim. Kehadirannya membawa angin segar dan mengubah dinamika permainan Gladbach.

Meskipun demikian, Kovac tetap memiliki keyakinan besar pada timnya, terutama karena laga penutup tahun ini akan digelar di kandang sendiri. Stadion Signal Iduna Park dikenal memiliki atmosfer yang luar biasa, mampu membangkitkan semangat juang para pemain. Kovac sangat mengandalkan dukungan penuh dari para penggemar setia Dortmund.

"Kami membutuhkan stadion ini. Stadion ini punya magis dan energi. Para suporter akan mendukung kami agar kami bisa menunggangi momentum ini," ungkap pelatih yang pernah menukangi Bayern Munich periode 2018-2019 ini. Dukungan dari tribun diprediksi akan menjadi senjata tambahan bagi Dortmund untuk mengatasi kekurangan pemain dan mengamankan kemenangan. Sejarah juga mencatat keangkeran Signal Iduna Park dalam laga penutup tahun. Terakhir kali Dortmund menelan kekalahan di kandang pada laga penutup tahun adalah pada 2013, saat mereka takluk 1-2 dari Hertha Berlin.

Saat ini, Borussia Dortmund menempati posisi ketiga klasemen sementara Liga Jerman 2025/2026 dengan mengoleksi 29 poin. Mereka memiliki poin yang sama dengan RB Leipzig di posisi kedua, namun kalah dalam selisih gol. Posisi ini menunjukkan persaingan ketat di papan atas, di mana setiap poin sangat berarti untuk menjaga asa juara.

Di sisi lain, Borussia Mönchengladbach masih tertahan di peringkat ke-11 klasemen dengan raihan 16 poin dari 14 pertandingan. Perbedaan poin yang cukup signifikan ini menegaskan status Dortmund sebagai tim unggulan dalam laga nanti, namun catatan performa Gladbach di bawah Polanski tidak bisa diabaikan begitu saja. Gladbach akan datang dengan motivasi untuk memberikan kejutan dan memperbaiki posisi mereka di klasemen.

Pertandingan ini juga menjadi momentum penting bagi Dortmund untuk menjaga jarak dengan tim-tim di atas mereka dan menjauhi kejaran tim di bawahnya. Kemenangan akan memastikan mereka mengakhiri tahun 2025 dengan catatan positif dan modal berharga untuk menghadapi paruh kedua musim 2025/2026. Fokus pada lini pertahanan yang solid dan efektivitas serangan balik akan menjadi kunci bagi kedua tim. Pertarungan taktik antara Kovac dan Polanski di pinggir lapangan diprediksi akan berjalan menarik, diwarnai dengan ambisi masing-masing untuk menutup tahun dengan hasil terbaik.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All