Mesir siap menghadapi Argentina di babak 16 besar Piala Dunia. Mohamed Salah mengungkapkan optimisme timnya. Kemenangan dramatis atas Australia di babak sebelumnya menjadi modal berharga.
Salah menjadi pahlawan dalam adu penalti melawan Australia. Ia sukses mengeksekusi tendangan penalti yang menentukan. Momen ini terasa spesial baginya.
"Saya memutuskan di menit terakhir. Pengalaman saya lebih banyak," ujar Salah. Ia ingin memberikan kepercayaan diri kepada rekan setimnya.
Salah pernah gagal dalam dua adu penalti terakhir. Salah satunya saat kualifikasi Piala Dunia melawan Senegal. Momen kali ini sangat berbeda.
"Saya tidak tahu apakah ini Piala Dunia terakhir saya. Tapi saya harus melakukannya. Hari ini adalah salah satu hari terbaik dalam hidup saya," ungkapnya.
Pertanyaan tentang kemungkinan bertemu Lionel Messi muncul. Terutama setelah Argentina lolos dramatis. Salah tidak menghindarinya.
Ia mengaku ingin berhadapan langsung dengan Messi. Ini akan menjadi pertemuan pertama mereka di level internasional. Sebelumnya, mereka pernah bertemu di Liga Champions.
Salah masih bermain untuk AS Roma. Messi membela Barcelona saat itu. Pertemuan kedua terjadi saat Liverpool kalah 3-0 dari Barcelona.
Saat itu, Salah absen di leg kedua yang legendaris. Liverpool melakukan kebangkitan luar biasa. Salah dengan kaos "Never Give Up" menjadi inspirasi.
Kini, Mesir akan menghadapi juara dunia Argentina. Pelatih Lionel Scaloni memimpin tim Tango. Mereka punya kejeniusan Messi.
Namun, Mesir punya aset berharga. Ibrahim Hassan, direktur timnas Mesir, menegaskan hal itu. Mereka memiliki Salah.
"Kami tidak fokus pada Messi," kata Hassan. "Kami memberi tahu pemain untuk bermain lepas."
"Mereka punya Messi, tapi kami punya Mohamed Salah. Kami punya 26 Messi kami sendiri," tambahnya.
Kondisi Salah menjadi perhatian utama. Ia kembali bermain setelah cedera hamstring. Cedera itu didapat saat melawan Iran.
Salah terlihat menikmati pemandangan Atlanta. Ia berjalan-jalan bersama rekan setimnya. Argentina tiba sehari setelahnya.
Mereka juga baru saja melakoni laga ketat. Argentina menang tipis atas Tanjung Verde. Jadwal padat menjadi kekhawatiran.
"Yang membuat saya khawatir adalah hanya ada empat hari istirahat," ujar Sergio Agüero. Ia mantan pemain Argentina.
"Banyak pemain mengalami kram. Mesir juga tim yang kuat secara fisik," tambahnya.
Mesir bisa belajar dari Tanjung Verde. Mereka sempat menyulitkan pertahanan Argentina. Omar Marmoush menjadi ancaman lain.
Hamza Abdelkarim, striker muda Barcelona B, disebut penerus Salah. Ia tampil impresif di setiap pertandingan.
Kepastian Salah tetap menjadi kapten hingga Piala Dunia 2030 muncul. Ini diumumkan oleh anggota federasi. Hossam Hassan juga dipastikan tetap melatih.
Namun, masa depan klub Salah belum jelas. Kontraknya dengan Liverpool telah habis. Spekulasi mengarah ke Liga Arab Saudi.
Salah mengalami cedera di musim terakhirnya bersama Liverpool. Ia juga memiliki perbedaan pandangan dengan pelatih Arne Slot.
Meski begitu, Salah masih menciptakan banyak peluang. Ia tetap menjadi pemain penting.
Program yoga membantu Salah menjaga kebugaran. Ia ingin memperpanjang kariernya. Seperti Messi yang masih bermain di usia 39 tahun.
Salah membutuhkan satu gol lagi. Ia akan menyamai rekor 69 gol manajernya. Mesir bertekad memberikan perlawanan sengit.











