Bekasi, Jawa Barat – Di tengah hiruk pikuk kehidupan pekerja pemilah sampah di Bekasi, Jawa Barat, sosok Lia hadir membawa cahaya pendidikan. Ia tak kenal lelah mendedikasikan waktunya untuk mengajar anak-anak di permukiman tersebut, meskipun kesibukannya sebagai asisten rumah tangga (ART) di tiga rumah berbeda menyita sebagian besar energinya.
Perjuangan Lia dalam menjaga nyala api pendidikan ini patut diacungi jempol. Ia membuktikan bahwa semangat mengajar bisa tumbuh di mana saja, bahkan di lingkungan yang jauh dari kata ideal.
Lia, yang akrab disapa Ibu Guru Lia, memulai harinya dengan rutinitas sebagai ART. Setelah menyelesaikan tugas-tugasnya di tiga rumah majikannya, ia bergegas menuju permukiman pekerja pemilah sampah. Di sanalah, di bawah kondisi seadanya, ia menyulap lahan sederhana menjadi ruang kelas darurat.
“Saya ingin anak-anak di sini punya kesempatan yang sama untuk belajar. Jangan sampai mereka tertinggal hanya karena kondisi ekonomi orang tua,” ujar Lia dengan penuh keyakinan saat ditemui. Ia melihat potensi besar dalam diri anak-anak tersebut dan bertekad untuk membimbing mereka meraih masa depan yang lebih baik.
Kegiatan mengajar Lia ini telah berlangsung cukup lama. Ia tidak hanya mengajarkan membaca, menulis, dan berhitung, tetapi juga menanamkan nilai-nilai moral dan pentingnya pendidikan. Anak-anak pun terlihat antusias mengikuti pelajaran yang disampaikan oleh Ibu Guru Lia.
Salah seorang anak didik Lia, sebut saja Budi (nama disamarkan), mengungkapkan rasa senangnya. “Bu Lia baik sekali. Dia mengajari kami banyak hal yang tidak kami dapatkan di sekolah,” tuturnya. Cerita serupa datang dari orang tua murid yang merasa terbantu dengan kehadiran Lia.
Keterbatasan fasilitas tidak menyurutkan semangat Lia. Ia seringkali menggunakan barang-barang bekas yang ia temukan atau dibantu oleh donatur seadanya untuk menunjang kegiatan belajar mengajar. Foto-foto yang beredar menunjukkan Lia tengah mengajar dengan papan tulis sederhana dan kursi seadanya, namun senyum tulus terpancar di wajahnya.
Kisah Ibu Guru Lia ini menjadi pengingat bahwa dedikasi dan kepedulian terhadap sesama dapat menciptakan perubahan besar. Ia adalah pahlawan pendidikan tanpa tanda jasa yang berjuang di garis depan, memastikan bahwa setiap anak memiliki hak untuk belajar dan bermimpi.
