Pecundangan AS di Piala Dunia: Mimpi Berakhir di Babak 16 Besar Melawan Belgia

Danu Ilham

Amerika Serikat harus tersingkir dari Piala Dunia setelah menelan kekalahan telak 4-1 dari Belgia di babak 16 besar. Mimpi tim Negeri Paman Sam untuk mengubah persepsi dunia tentang sepak bola mereka pupus di hadapan The Red Devils.

Kekalahan ini mengulang sejarah pahit. AS terhenti di babak yang sama seperti tiga penampilan Piala Dunia sebelumnya. Pertanyaan "Mengapa bukan kita?" kini tergantikan oleh "Bagaimana jika?".

Pelatih AS, Mauricio Pochettino, mengakui keunggulan Belgia. "Sejak awal, kami tidak terhubung dengan permainan," ujarnya. "Bahkan saat mencetak gol, kami kebobolan di aksi berikutnya. Selamat Belgia, mereka lebih baik dari kami."

Pochettino menyoroti performa timnya yang tidak sesuai harapan. "Kami tidak menunjukkan potensi tim ini," sesalnya.

Absennya Folarin Balogun akibat kartu merah sempat menjadi sorotan. Intervensi politik bahkan mewarnai drama di luar lapangan. Namun, Balogun tetap diturunkan sejak awal, sama seperti saat AS mengalahkan Paraguay dan Bosnia.

Belgia, di bawah asuhan Rudi Garcia, memberikan kejutan. Bintang mereka, Kevin De Bruyne dan Jérémy Doku, tak diturunkan meski dalam kondisi fit. Nicolas Raskin menjadi jenderal lapangan tengah, sementara Dodi Lukebakio mengisi pos Doku.

Lukebakio sebelumnya sempat membuat AS khawatir dalam laga persahabatan Maret lalu. Ia mencetak dua gol dalam kemenangan Belgia 5-2. Pertanyaan tentang kemampuan AS menghadapi tim kuat pun muncul kembali.

Pertandingan berjalan tegang sejak menit awal. Peluang pertama Belgia datang di menit kedelapan. Namun, Youri Tielemans gagal memanfaatkan umpan matang Lukebakio.

Belgia akhirnya membuka keunggulan. Umpan lambung dari lini belakang berhasil dikontrol Leandro Trossard. Raskin dengan cerdik mengirim bola ke Charles De Ketelaere yang dengan mudah menceploskan bola ke gawang AS.

Gol tersebut sempat membuat publik AS di stadion terdiam. Ini bukan kali pertama AS menghadapi situasi sulit di turnamen ini.

Malik Tillman sempat menyamakan kedudukan melalui tendangan bebas yang melengkung. Bola berbelok arah setelah mengenai Hans Vanaken. Tillman menjadi pemain kedua dalam sejarah Piala Dunia yang mencetak dua gol dari tendangan bebas langsung di satu turnamen.

Namun, asa AS tak bertahan lama. Belgia kembali unggul melalui sundulan De Ketelaere. Ia berhasil lepas dari kawalan bek AS.

Di babak kedua, Pochettino mencoba mengubah keadaan dengan memasukkan Gio Reyna. Namun, sebuah kesalahan fatal kiper Matt Freese menjadi petaka. Freese keluar dari sarangnya dan ragu-ragu mengamankan bola. Hans Vanaken mencuri bola dan menceploskan ke gawang kosong.

Pukulan terakhir datang di masa tambahan waktu. Romelu Lukaku, yang masuk di menit ke-67, memastikan kemenangan Belgia dengan tendangan cerdasnya. Para pemain AS tak kuasa menahan kekecewaan. Chris Richards bahkan tertidur di lapangan.

AS yang sempat tampil mengesankan, akhirnya takluk. Mimpi untuk melangkah lebih jauh harus pupus. Para penggemar berharap timnas AS dapat bangkit di edisi Piala Dunia berikutnya.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All