Mentalitas Juara Inggris: Stones Ungkap Kunci Laga Dramatis di Piala Dunia

Danu Ilham

Kemenangan dramatis Timnas Inggris atas Meksiko di Estadio Azteca, Minggu (6/7/2026), bukan hanya menambah optimisme, tapi juga memunculkan pertanyaan tentang mentalitas tim. John Stones, bek veteran yang turut berperan dalam laga tersebut, membeberkan faktor kunci yang membuat The Three Lions mampu bangkit dan menjaga asa juara Piala Dunia.

Setelah berhasil menaklukkan Meksiko dalam laga epik 3-2, sorotan tertuju pada pertandingan perempat final melawan Norwegia. Stones, yang pernah bermain bersama Erling Haaland di Manchester City, enggan merinci taktik spesifik untuk meredam bomber tajam Norwegia tersebut. Ia justru menunjukkan sikap fokus pada momen saat ini, sebuah ciri khasnya yang santai namun efektif.

"Kami tahu ini bukan tempat yang mudah untuk datang," ujar Stones usai pertandingan. "Secara statistik, Meksiko sangat kuat di kandang mereka. Kami bermain dengan 10 orang sejak menit ke-54, dan harus menyerap banyak tekanan."

Pertandingan ini menjadi ujian berat bagi lini pertahanan Inggris. Terutama setelah Jarell Quansah diusir wasit. Pelatih Thomas Tuchel melakukan perubahan taktik, memasukkan Stones, Dan Burn, dan Djed Spence untuk memperkuat pertahanan. Formasi berubah menjadi 5-3-1 guna menahan gempuran Meksiko di ketinggian 2.240 meter di atas permukaan laut.

"Ini sangat memuaskan melihat reaksi kami. Blok, penyelamatan, dan segalanya," lanjut Stones. "Ini adalah kemenangan kecil bagi kami para bek, namun menciptakan mentalitas pemenang. Ini membuat semua orang bersemangat."

Inggris berhasil mempertahankan keunggulan hingga akhir laga. Ezri Konsa bermain sebagai wing-back kanan, Spence di sisi kiri, sementara Stones, Marc Guéhi, dan Burn mengisi lini tengah pertahanan. Jordan Pickford juga tampil gemilang dengan beberapa penyelamatan krusial.

"Saya senang melihat para pemain yang masuk memberikan dampak besar," tambah Stones. "Kami telah melalui pengalaman ini dan keluar sebagai pemenang. Itu sangat membesarkan hati."

Meski sempat dibekap cedera pada awal musim dan minimnya menit bermain di turnamen ini, Stones menunjukkan profesionalisme. Ia menjadi salah satu pemain paling berpengalaman di skuad Inggris.

"Saya sudah siap bermain penuh sejak awal tahun," ungkapnya. "Saya tidak mendapatkan kesempatan, tapi itulah kenyataannya. Saya frustrasi saat tidak bermain, tapi mentalitas pemain yang tidak diturunkan luar biasa. Itu langka dalam sebuah turnamen."

"Kami semua punya tujuan yang sama, yaitu mencapai final," tutup Stones. "Saya merasa hebat dan senang bisa membantu serta tampil baik melawan Meksiko." Semangat juang dan mentalitas kolektif inilah yang menjadi modal berharga Inggris dalam perburuan gelar Piala Dunia.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All