Faik Fahmi Pimpin Pelita Air, Dorong Transformasi Bisnis Maskapai Garuda Indonesia

Emanuel

Jakarta – PT Pelita Air Service, maskapai penerbangan yang berada di bawah naungan PT Pertamina (Persero), resmi menunjuk Faik Fahmi sebagai Direktur Utama. Penunjukan ini disambut baik oleh Industri Nasional Penerbangan (INACA), yang memberikan apresiasi atas terpilihnya pucuk pimpinan baru maskapai pelat merah tersebut.

"Pengurus dan Seluruh Anggota INACA Mengucapkan: Selamat & Sukses Bapak Faik Fahmi atas terpilihnya menjadi Direktur Utama PT Pelita Air," demikian bunyi pernyataan resmi INACA melalui kanal media sosialnya, dikutip Selasa (7/7/2026).

Langkah strategis ini diharapkan dapat mendorong Pelita Air untuk melanjutkan transformasi bisnisnya. Selain itu, penunjukan Faik Fahmi juga diharapkan mampu memperkuat posisi maskapai di tengah persaingan industri penerbangan nasional yang kian dinamis.

"Mari bersama-sama INACA meningkatkan industri penerbangan nasional untuk mendukung perkembangan perekonomian Indonesia," tegas INACA dalam pesannya.

Faik Fahmi bukanlah sosok asing di dunia penerbangan dan manajemen bandara. Ia memiliki rekam jejak pendidikan yang solid, menamatkan strata satu Ekonomi Manajemen dari Universitas Gajah Mada pada tahun 1993. Kemudian, ia melanjutkan studi magister manajemen di Universitas Bina Nusantara dan lulus pada tahun 2020.

Sebelum memimpin Pelita Air, Faik Fahmi telah mengukir prestasi signifikan. Ia pertama kali dipercaya menjabat sebagai Direktur Utama PT Angkasa Pura I pada tanggal 22 Desember 2017. Pengalaman panjang dan pemahaman mendalamnya tentang operasional penerbangan serta manajemen bandara menjadi modal penting bagi Pelita Air.

Dengan kepemimpinan baru ini, Pelita Air diharapkan dapat mengarungi tantangan industri dengan lebih lincah. Fokus pada inovasi dan efisiensi operasional menjadi kunci untuk bersaing dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Transformasi bisnis yang dicanangkan Faik Fahmi diharapkan tidak hanya meningkatkan kinerja internal, tetapi juga berkontribusi positif pada pertumbuhan sektor penerbangan Indonesia secara keseluruhan.

Konteks penunjukan ini muncul di tengah upaya Pertamina untuk mengembangkan lini bisnis aviasi. Pelita Air sendiri telah bertransformasi dari maskapai charter menjadi maskapai berjadwal, bersaing di segmen komersial. Kehadiran Faik Fahmi diharapkan memberikan arah yang jelas dalam strategi ekspansi dan peningkatan daya saing Pelita Air. Keberhasilan dalam mewujudkan visi transformasi bisnis akan menjadi tolok ukur utama kinerja Faik Fahmi di nahkoda baru Pelita Air.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All