Thomas Tuchel, pelatih tim nasional Inggris, melontarkan kritik keras terhadap kualitas perwasitan di Piala Dunia. Ia menilai kepemimpinan wasit di turnamen ini tidak konsisten dan seringkali tidak dapat diandalkan. Pernyataan ini muncul setelah kemenangan dramatis Inggris atas Meksiko dengan skor 3-2.
Inggris harus berjuang keras mempertahankan keunggulan. Mereka bermain dengan sepuluh orang sejak Jarell Quansah diusir keluar lapangan. Keputusan kontroversial ini terjadi setelah tinjauan Video Assistant Referee (VAR). Tuchel merasa keputusan tersebut tidak adil.
"Ini tidak cukup baik," ujar Tuchel dalam konferensi pers pasca-pertandingan. "Wasit bisa mengeluarkan tim mana saja kapan saja. Ini tidak konsisten dan tidak bisa diandalkan dalam pertandingan."
Tuchel menyoroti bagaimana keputusan wasit dapat memengaruhi hasil pertandingan. Ia khawatir tim-tim bisa tersingkir akibat keputusan yang meragukan. Kekecewaan Tuchel tidak hanya pada kartu merah Quansah. Sebelumnya, Declan Rice juga mendapat kartu kuning pada menit awal pertandingan.
Situasi semakin pelik saat Meksiko mendapat hadiah penalti. Penalti tersebut juga diputuskan setelah melalui proses VAR. Harry Kane dinilai melakukan pelanggaran dalam situasi tersebut.
Situasi ini membuat Inggris mempertimbangkan langkah banding atas kartu merah Quansah. Tujuannya agar Quansah bisa bermain di perempat final melawan Norwegia di Miami, Sabtu mendatang.
Tuchel sendiri harus kehilangan gelandang Jordan Henderson. Henderson mengalami cedera pergelangan tangan saat perayaan kemenangan. Ia dipastikan absen hingga sisa turnamen.
Ketika ditanya mengenai dampaknya pada pemain, Tuchel hanya bisa pasrah. "Apa yang bisa mereka lakukan?" tanyanya retoris. "Kami memberikan segalanya, lalu keputusan dibalikkan dengan cara yang sangat meragukan."
Ia melanjutkan, "Ini bukan hanya tentang keputusan besar, tapi juga keputusan-keputusan kecil, konsistensi dalam pengambilan keputusan. Anda berada di tengah lapangan, seperti di laut lepas. Anda tidak tahu apa yang akan terjadi."
Tuchel menegaskan bahwa level permainan saat ini sangat tinggi. Tim-tim yang dianggap "underdog" kini bermain dengan standar tertinggi. Oleh karena itu, perwasitan pun harus setara.
"Permainan telah berubah secara masif. Wasit harusnya berada di level yang sama. Ini tidak cukup baik untuk para pemain dan untuk permainan ini," tegasnya.
Meski demikian, Tuchel tetap optimis dengan peluang Inggris. Ia percaya kemenangan atas Meksiko di kandang mereka, Azteca, akan meningkatkan kepercayaan diri tim.
"Ini memicu keyakinan kami bahwa kami siap untuk bertahan lebih lama," kata Tuchel. "Di babak ini, Anda hanya perlu menemukan cara untuk bertahan dan menang. Mulai dari perempat final, persaingan akan semakin ketat."
"Kami akan tetap berpegang pada moto, selangkah demi selangkah, pertandingan demi pertandingan. Tapi tentu saja, pertandingan seperti ini bisa dimenangkan hanya dengan keyakinan. Ini akan semakin memupuk keyakinan kami," tutupnya.











