Haaland Pimpin Norway Hadapi Inggris: Semangat Pesta, Fokus Pertarungan

Danu Ilham

Erling Haaland dan timnas Norwegia tengah dalam euforia pasca menyingkirkan Brasil di Piala Dunia. Kegembiraan itu bahkan tumpah ruah di bus tim, terekam dalam unggahan Snapchat sang bintang. Haaland terlihat gembira, berdendang mengikuti alunan musik, seolah merayakan momentum yang tak ingin berakhir. "Kita tidak akan pulang," demikian lirik lagu yang dinyanyikan.

Meski demikian, perjalanan Norwegia di Piala Dunia 2026 akan segera menemui babak baru. Sabtu ini, mereka dijadwalkan menghadapi Inggris di perempat final yang akan digelar di Miami. Namun, euforia kemenangan atas Brasil tampaknya menjadi bahan bakar semangat tim. Dari upacara mirip Viking hingga gaya santai khas Amerika, Norwegia menikmati setiap momen di Amerika Serikat.

Pelatih tim-tim peserta Piala Dunia kerap menciptakan narasi kebesaran tim. Amerika Serikat mengusung semangat "Why Not Us?", Prancis menonjolkan kekuatan kolektif, sementara Inggris menekankan ketahanan menghadapi kesulitan. Norwegia, di sisi lain, tampil beda dengan senyum di wajah mereka. Semangat positif ini ternyata menular.

Di balik keceriaan, Norwegia bukanlah tim yang sembarangan. Terbukti saat mereka mengalahkan Brasil. Data statistik mereka mungkin rata-rata, namun eksekusi di lapangan sangat baik. Mereka berada di posisi keempat dalam hal peluang besar tercipta dan kelima dalam expected goals (xG). Semua itu terorganisir dan berfokus pada satu tujuan: melayani Haaland.

Pelatih Ståle Solbakken memahami betul identitas nasional Norwegia sekaligus kualitas kepelatihannya. Dalam laga melawan Brasil, Solbakken menunjukkan kejeniusannya. Ia berhasil meredam ancaman Brasil di babak pertama dengan dominasi bola. Di jeda turun minum, ia melakukan pergantian pemain untuk meningkatkan daya serang. Oscar Bobb dan Andreas Schjelderup masuk menggantikan Alexander Sørloth dan Antonio Nusa.

Tujuannya jelas: mencari cara baru memaksimalkan Erling Haaland. Gol pembuka ke gawang Brasil tercipta berkat umpan matang Schjelderup. Ruang gerak Schjelderup tercipta karena David Møller Wolfe dari bek kiri melakukan overlap. Momen itulah yang dimanfaatkan Haaland untuk mencetak gol, bahkan mampu mendominasi Gabriel Magalhães.

Inggris tentu akan mewaspadai ancaman Haaland dan para pemain sayap Norwegia. Cuaca panas di Miami, yang diperkirakan di atas 30 derajat Celsius, bisa membatasi intensitas laga layaknya Premier League. Inggris, yang sudah terbiasa menghadapi tantangan berat, akan merasa percaya diri. Namun, Norwegia bermain tanpa beban. Mereka sudah melampaui ekspektasi. Dengan senyum di wajah, mereka siap bertarung.

Satu statistik menarik tentang Haaland dan Norwegia adalah posisi ketiga dalam hal peluang besar terbuang. Ini menunjukkan kemampuan mereka menciptakan banyak peluang. Namun, ini juga menandakan bahwa Haaland pun manusia. Ia bisa saja melewatkan peluang. Sama seperti di klub, ia terkadang melewatkan gol yang seharusnya mudah. Meski demikian, ia tetap tangguh. Sikap dan pendekatannya akan tetap konsisten. Haaland akan tetap rendah hati hingga akhir turnamen, dan seperti biasa, ia akan tetap membunyikan genderangnya sendiri.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All