Teheran – Jutaan warga Iran dan perwakilan dari puluhan negara diprediksi akan memadati upacara pemakaman mendiang Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, di Teheran. Namun, sorotan justru tertuju pada daftar tamu yang hadir, di mana negara-negara Barat, termasuk Amerika Serikat, dipastikan tidak akan mengirimkan delegasinya.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengkonfirmasi kehadiran delapan kepala pemerintahan atau kepala negara dan parlemen dari 12 negara. Delegasi dari Irak, Afghanistan, dan Pakistan dilaporkan telah tiba lebih awal di ibu kota Iran. Baghaei menegaskan bahwa tidak ada negara Eropa yang secara resmi diundang. Ia berujar, mereka yang hadir "berada di sisi sejarah yang benar." Sikap Eropa, menurutnya, justru "memalukan" terkait aksi militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
Sementara itu, media pemerintah Iran melaporkan Rusia akan mengirimkan mantan Presiden dan Wakil Ketua Dewan Keamanan, Dmitry Medvedev, sebagai utusan khusus Presiden Vladimir Putin. Tiongkok akan diwakili oleh wakil ketua Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional. Pemerintahan Taliban Afghanistan juga dipastikan hadir melalui Pelaksana Tugas Menteri Luar Negeri, Amir Khan Muttaqi.
Delegasi Irak akan dipimpin langsung oleh Presiden Nizar Amidi bersama ketua parlemen Haibet al-Halboosi. Perdana Menteri Wilayah Kurdistan, Nechirvan Barzani, juga turut dijadwalkan hadir. Deretan negara lain yang dipastikan mengirimkan perwakilannya antara lain Pakistan, India, Turki, Azerbaijan, Armenia, Georgia, Tajikistan, Kazakhstan, Turkmenistan, Bangladesh, Malaysia, Oman, Qatar, Belarus, Kyrgyzstan, Uzbekistan, Mesir, Ghana, Nikaragua, Republik Demokratik Kongo, Serbia, dan Kuba. Negara-negara seperti Tunisia, Lebanon, Namibia, Sri Lanka, Myanmar, Gambia, dan Thailand, serta organisasi internasional seperti Shanghai Cooperation Organisation dan Economic Cooperation Organisation juga dijadwalkan mengirimkan delegasi.
Ali Khamenei, yang wafat pada Februari lalu akibat serangan di kediamannya di Teheran, disemayamkan selama tiga hari di Grand Mosalla Teheran. Upacara berkabung awal telah digelar pada Kamis malam, di mana para pelayat mengenakan busana serba hitam. Media pemerintah menyebut mereka adalah keluarga korban konflik dan perang yang baru-baru ini terjadi.
Dalam tradisi Iran, para pelayat melemparkan syal dan barang-barang lain agar hadirin dapat menyentuh peti mati. Hal ini diyakini membawa berkah. Peti mati Khamenei diselimuti bendera merah bertuliskan "Ya Hussein", sebuah seruan Syiah untuk mengenang kemartiran cucu Nabi Muhammad SAW.
Upacara perpisahan dan berkabung publik telah berlangsung di Grand Mosalla Teheran pada Sabtu dan Minggu lalu, dilanjutkan dengan prosesi pemakaman. Rangkaian acara berlanjut ke Qom pada Senin, sebelum pemakaman terakhir di Mashhad pada Rabu.











