TARUTUNG – Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara mengucurkan dana segar Rp 74,35 miliar sebagai Transfer ke Daerah (TKD) tambahan untuk tahun anggaran 2026. Langkah ini diambil demi mempercepat pemulihan ekonomi lokal yang sempat terpuruk akibat banjir besar akhir tahun 2025. Fokus utama kini beralih pada penguatan sektor produktif, utamanya pertanian dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Tapanuli Utara, Josua Hutabarat, menjelaskan alokasi dana ini telah dipetakan secara cermat berdasarkan kebutuhan mendesak. Tujuannya agar dana tersebut memberikan dampak ekonomi yang langsung terasa di tingkat masyarakat.
"Prioritas kami adalah memastikan roda perekonomian berputar kembali, terutama di sektor-sektor yang paling terdampak bencana," ujar Josua di Tarutung, Rabu (2/7/2026).
Rincian alokasi dana menunjukkan porsi terbesar untuk infrastruktur sebesar Rp 43,16 miliar. Perbaikan jalan dan jembatan dinilai krusial untuk kelancaran distribusi hasil pertanian dan mobilitas barang UMKM.
Selanjutnya, urusan lainnya mendapatkan alokasi Rp 22,57 miliar. Sektor kesehatan dialokasikan Rp 4,29 miliar. Sektor pertanian sendiri mendapat perhatian khusus dengan kucuran Rp 2,68 miliar. Sementara itu, sektor pendidikan dialokasikan Rp 1,65 miliar.
Dana untuk pertanian, meskipun lebih kecil dari infrastruktur, memiliki peran strategis. Rp 2,68 miliar ini ditujukan untuk membantu petani yang kehilangan modal kerja akibat lahan mereka terendam banjir.
Pendekatan pemulihan sektor pertanian tidak sekadar bantuan tunai. Pemerintah memilih strategi mekanisasi untuk meningkatkan produktivitas jangka panjang. Pengadaan 16 unit cultivator tipe 2 senilai Rp 360 juta diharapkan membantu petani mengolah lahan lebih cepat dan efisien. Alat ini sangat dibutuhkan bagi petani yang sawahnya rusak akibat bencana.
Bantuan peralatan akan diawasi ketat dan diprioritaskan bagi kelompok tani yang paling merugi. Selain itu, diversifikasi komoditas menjadi strategi mitigasi. Rp 260 juta dialokasikan untuk pengadaan bibit alpukat unggul. Tujuannya mengurangi ketergantungan petani pada komoditas pangan pokok yang rentan terhadap fluktuasi pasar dan perubahan iklim. Langkah ini diharapkan menstabilkan pendapatan petani di masa mendatang.
Pemerintah daerah juga berupaya memulihkan ketangguhan UMKM pasca-bencana. Perbaikan infrastruktur dan dukungan pada sektor produktif secara keseluruhan akan turut berdampak pada bangkitnya para pelaku UMKM.











