Lucid Motors kembali melakukan perombakan besar-besaran dalam jajaran eksekutifnya. Perusahaan produsen kendaraan listrik (EV) tersebut mengumumkan bahwa Chief Financial Officer (CFO), Taoufiq Boussaid, resmi meninggalkan jabatannya.
Keputusan ini diambil menyusul langkah CEO baru Lucid, Silvio Napoli, yang berupaya menyederhanakan operasional perusahaan. Perubahan ini terjadi hanya beberapa pekan setelah Napoli resmi memegang kendali kepemimpinan tertinggi.
Selain melepas CFO, Lucid juga mengumumkan perekrutan sejumlah petinggi baru. Mereka mengisi posisi Chief Technology Officer, Chief Customer Officer, Chief Digital Officer, hingga Chief Transformation Officer.
Napoli juga melakukan efisiensi dengan memangkas separuh jumlah staf yang melapor langsung kepadanya. Langkah ini bertujuan untuk memperkuat kolaborasi di kantor pusat dan pusat manufaktur perusahaan.
Perubahan struktur organisasi ini berdampak pada sejumlah posisi senior. Senior Vice President bidang pendapatan dan pemasaran, serta Vice President manajemen program, dilaporkan memilih mundur demi alasan keluarga dan komunitas.
Upaya perampingan ini dilakukan setelah bulan lalu Lucid mengumumkan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap ratusan karyawan. Perusahaan juga menghentikan shift kedua di pabrik mereka yang berlokasi di Arizona.
Langkah efisiensi tersebut diproyeksikan mampu menghemat biaya operasional tahunan Lucid hingga 158 juta dolar AS. Kebijakan ini diambil untuk menyesuaikan kapasitas produksi dengan permintaan pasar yang belum sesuai ekspektasi.
Hingga kuartal kedua, Lucid mencatatkan pengiriman sebanyak 3.953 unit kendaraan. Angka ini hanya naik tipis dibandingkan tahun sebelumnya, yang menjadi indikasi bahwa SUV model Gravity belum mampu mendongkrak penjualan secara signifikan.
Meski menghadapi tantangan berat, perusahaan tetap optimistis dengan masa depan mereka. Saat ini, Lucid bersiap meluncurkan SUV yang lebih terjangkau bernama Cosmos dengan estimasi harga 50.000 dolar AS.
Selain itu, Lucid menjalin kolaborasi strategis dengan Nuro dan Uber untuk mengembangkan layanan robotaxi mewah. Proyek ini dijadwalkan meluncur di San Francisco tahun ini dan diharapkan merambah ke Houston pada 2027 mendatang.
Napoli menegaskan bahwa restrukturisasi ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang. Fokus utamanya adalah menyederhanakan organisasi, memperkuat kepemimpinan, serta menegakkan akuntabilitas di seluruh lini.
Menurut Napoli, jajaran pemimpin baru yang bergabung adalah bukti nyata dari nilai inheren bisnis mereka. Tim baru ini diharapkan mampu melakukan transformasi perusahaan agar lebih kompetitif di tengah ketatnya persaingan pasar kendaraan listrik global.
Langkah ini menjadi upaya krusial bagi Lucid untuk memperbaiki performa keuangan. Perusahaan berusaha mengejar target pasar yang lebih luas setelah sempat mengalami kesulitan sejak melantai di bursa pada tahun 2021 lalu.











