Produsen kendaraan listrik Rivian secara mengejutkan merevisi naik target pengiriman unit mereka untuk tahun 2026. Keputusan ini diambil setelah perusahaan mencatatkan kinerja produksi yang impresif pada kuartal kedua.
Sebelumnya, Rivian memproyeksikan pengiriman antara 62.000 hingga 67.000 unit kendaraan. Kini, perusahaan optimis dapat mengirimkan 65.000 hingga 70.000 unit kendaraan kepada konsumen sepanjang tahun ini.
Peningkatan target ini tergolong signifikan bagi Rivian yang tahun lalu hanya mengirimkan 42.247 unit kendaraan listrik. Optimisme ini muncul meski pasar otomotif listrik di Amerika Serikat sedang melambat.
Kondisi pasar saat ini memang penuh tantangan. Pemerintah Amerika Serikat telah menghapus insentif pajak federal sebesar 7.500 dolar AS bagi pembeli kendaraan listrik.
Selain itu, pemerintahan Presiden Trump juga mencabut sejumlah regulasi lingkungan yang selama ini mendorong produksi dan pembelian mobil ramah lingkungan.
Namun, Rivian justru mencatat kinerja di luar ekspektasi pada kuartal kedua. Mereka berhasil memproduksi 12.613 kendaraan dan mengirimkan 12.194 unit, melampaui target awal yang hanya 9.000 hingga 11.000 unit.
Pihak perusahaan menyatakan pertumbuhan tersebut didorong oleh penjualan yang solid dari lini EDV atau van komersial dan model R1. Selain itu, dimulainya pengiriman model terbaru, R2 SUV, memberikan kontribusi positif.
R2 SUV yang dibanderol mulai dari 58.000 dolar AS menjadi taruhan besar bagi masa depan Rivian. Perusahaan telah memperluas pabrik di Normal, Illinois, guna mengakomodasi produksi masal model tersebut.
Rivian juga sedang membangun fasilitas produksi baru di Georgia. Langkah ini diambil demi mencapai target produksi ratusan ribu unit R2 setiap tahunnya.
Meskipun belum merinci target spesifik untuk R2, Chief Financial Officer Rivian, Claire McDonough, sempat mengisyaratkan angka kisaran 20.000 hingga 25.000 unit.
Peningkatan volume pengiriman tahun ini menjadi angin segar bagi neraca keuangan perusahaan. Rivian saat ini masih berupaya keluar dari defisit anggaran yang bernilai miliaran dolar.
Sebelumnya, Rivian menargetkan meraih profit pada 2027. Namun, target tersebut diundur karena perusahaan memilih berinvestasi pada pengembangan perangkat lunak otonom.
Investasi ini berkaitan erat dengan kesepakatan strategis untuk menyuplai kendaraan R2 berbasis swakemudi bagi layanan Uber. Fokus pada inovasi teknologi ini diharapkan mampu memperkuat posisi Rivian di tengah kompetisi industri otomotif global yang kian ketat.











