Terapi Gen Sura-vec Tawarkan Harapan Baru bagi Pasien Retinopati Diabetik

Rini Widiyarti

Sebuah terobosan medis menjanjikan muncul dalam penanganan penyakit mata akibat komplikasi diabetes. Terapi gen eksperimental yang dikenal dengan nama sura-vec dilaporkan mampu menurunkan tingkat keparahan retinopati diabetik nonproliferatif hingga dua tahun lamanya hanya dengan sekali suntikan. Temuan ini dipaparkan dalam ajang pertemuan tahunan Optometry Meeting yang berlangsung di Phoenix baru-baru ini.

Dr. Steve Pakola selaku Chief Medical Officer di Regenxbio menyatakan bahwa intervensi dini sangat krusial untuk mencegah progresi penyakit menuju kondisi kebutaan. Selama ini, pasien sering kali terbebani dengan prosedur suntikan intravitreal anti-VEGF yang harus dilakukan berulang kali dalam jangka panjang. Sura-vec hadir sebagai solusi yang berpotensi mengubah paradigma pengobatan dengan memberikan ekspresi anti-VEGF berkelanjutan melalui terapi gen satu kali suntik di ruang praktik.

Uji klinis fase 2 yang disebut ALTITUDE melibatkan 99 pasien dengan kondisi retinopati diabetik, mulai dari tingkat nonproliferatif sedang hingga proliferatif ringan. Dalam pemantauan interim terhadap 56 pasien, peneliti menggunakan metode penyuntikan suprachoroidal sura-vec dengan tiga level dosis berbeda. Hasilnya cukup memukau, di mana pasien yang menerima dosis tertinggi menunjukkan perbaikan klinis signifikan.

Data menunjukkan bahwa dari 11 pasien yang mendapatkan dosis tertinggi tanpa pengobatan tambahan, lima di antaranya mengalami peningkatan setidaknya dua langkah pada skala keparahan retinopati diabetik dalam waktu dua tahun. Menariknya, tidak ada satu pun pasien dalam kelompok ini yang mengalami perburukan kondisi selama periode tersebut. Performa kelompok dosis tertinggi ini dinilai melampaui semua kelompok lainnya dalam studi tersebut.

Para peneliti juga melakukan perbandingan dengan data kontrol historis dari dua uji klinis sebelumnya yakni PANORAMA dan Protocol W. Hasilnya, insiden gangguan penglihatan yang mengancam pada pasien yang menerima dosis tertinggi sura-vec tercatat 70 persen lebih rendah dibandingkan pasien yang menerima suntikan sham atau plasebo. Hingga dua tahun pemantauan, tidak ditemukan adanya efek samping serius yang berkaitan langsung dengan penggunaan obat tersebut.

Meskipun menunjukkan hasil yang positif, sura-vec saat ini belum mendapatkan persetujuan resmi dari otoritas kesehatan Amerika Serikat atau FDA. Namun, langkah menuju komersialisasi terus dipercepat. Perusahaan pengembang baru saja memulai pemberian dosis pertama kepada pasien dalam uji klinis fase 2b/3 yang diberi nama NAAVIGATE. Penelitian ini didanai oleh AbbVie dan Regenxbio sebagai upaya serius dalam menjawab kebutuhan medis yang belum terpenuhi bagi para penderita diabetes yang berisiko mengalami penurunan fungsi penglihatan. Penemuan ini diharapkan menjadi titik balik dalam menekan beban pengobatan bagi pasien retinopati di masa depan.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All