Pemerintah Kabupaten Tangerang secara resmi menetapkan status tanggap darurat bencana menyusul kebakaran hebat yang melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Banten. Hingga Rabu (1/7), api tercatat telah melahap area seluas 15 hektare.
Kebakaran yang bermula sejak Selasa (30/6) ini tergolong sulit dipadamkan. Material sampah yang mudah terbakar serta kombinasi cuaca panas dan embusan angin kencang membuat api terus merembet ke berbagai titik di lokasi pembuangan sampah tersebut.
Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, menjelaskan bahwa peningkatan status menjadi tanggap darurat diambil setelah melalui evaluasi mendalam bersama BPBD, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan, serta instansi terkait. Keputusan ini diambil karena besarnya risiko kesehatan bagi warga sekitar akibat paparan asap yang pekat.
Pemerintah daerah mempertimbangkan beberapa indikator utama, seperti meluasnya titik api, prediksi musim kemarau panjang, serta terbatasnya jangkauan pemadaman darat. Menurut Maesyal, keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama mengingat arah asap yang terus berubah dan mulai mendekati permukiman penduduk.
Untuk mempercepat proses pemadaman, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) turun tangan mengerahkan dua helikopter water bombing. Kepala BNPB Suharyanto menegaskan bahwa pihaknya terus memperkuat operasi agar api segera terkendali. Salah satu helikopter tipe MI-8AMT dengan kapasitas angkut 4.000 liter air bahkan didatangkan langsung dari Jambi.
Di lapangan, petugas gabungan menghadapi tantangan geografis karena titik api berada di tumpukan sampah yang tinggi dan sulit dijangkau mobil pemadam kebakaran. Sebanyak 10 unit mobil damkar telah dikerahkan untuk melokalisasi penyebaran api agar tidak semakin meluas.
Dampak kebakaran ini kini mulai dirasakan langsung oleh warga. Sebanyak 62 jiwa yang berasal dari RW 13 dan RW 14 Desa Tanjakan Mekar terpaksa mengungsi ke Balai Desa Tanjakan Mekar demi menghindari dampak buruk asap. Pemerintah setempat telah menyiagakan layanan kesehatan dan membagikan masker kepada warga yang bertahan di rumah masing-masing.
Meski kebakaran hebat melanda kawasan Mauk, pihak BNPB memastikan operasional Bandara Internasional Soekarno-Hatta tetap berjalan normal. Jarak lokasi kebakaran yang berada sekitar 12 kilometer dari landasan pacu sejauh ini belum mengganggu jadwal penerbangan.
Pemerintah terus memetakan wilayah terdampak secara intensif. Selain water bombing, BNPB juga membuka opsi melakukan operasi modifikasi cuaca jika situasi di lapangan tidak kunjung membaik dalam beberapa hari ke depan. Fokus utama saat ini adalah mematikan seluruh titik api agar warga bisa segera kembali ke rumah masing-masing dengan aman.











